Bagaimana cara mengetahui ukuran dan kedudukan kita disisi Allah. Syaikh Ibnu Atho’illah bertutur dalam kitab al-Hikam:
اذا اردت ان تعرف قدرك عنده انظر في ما ذا يقيمك
“Bila kamu hendak mengetahui ukuranmu disisi Allah, maka lihatlah bagaiman Allah memposisikanmu.”
Kalam Hikam ini merupakan barometer bagi seseorang untuk mengukur kadar dirinya disisi Allah. Seseorang yang hendak mengetahui bagaimana ukurannya di sisi Allah, maka lihatlah dimana Allah memposisikannya. Bila seseorang ditempatkan oleh Alloh dalam ketaatan itu pertanda orang itu didekatkan dengan-Nya. Namun, bila sebaliknya maka itu pertanda orang itu dijauhkan dari Allah.
Dengan kata lain bila kita ingin mengukur bagaimana kedudukan kita disisi Allah, maka lihatlah kedudukan Allah di hati kita. Bila hati kita selalu mengagungkan dan selalu ketarik pada sesuatu yang mendekatkan kita kepada-Nya, maka itu pertanda kita ditempatkan disisi yang dekat dengan-Nya. Demikian juga sebaliknya jika jiwa, naluri, pikiran dan keseharian kita disibukkan dengan sesuatu yang melalaikan maupun menjauhkan dari ibadah dan dzikir kepada-Nya bahkan keseharian kita malah berkubang ditempat yang cendrung berpotensi menuju maksiat maka sesungguhnya Allah benar-benar jauh darinya.
Rosulullah Saw. bersabda:
من اراد أن يعلم منزلته عند الله فلينظر كيف منزلة الله تعالى من قلبه فان الله عز وجل ينزل العبد عنده حيث انزله العبد من نفسه
“Barangsiapa yang ingin mengetahui kedudukannya disisi Allah, maka hendaklah ia melihat kedudukan Allah di hatinya. Karena sesungguhnya Allah menempatkan seorang hamba disisi-Nya tergantung bagaimana hamba itu menempatkan Allah pada dirinya.”
Janganlah kalian semua meninggalkan Dzikir…!!
لاَتتـْرُكِ الذِكْرَ لِعَدَمِ حُضوُرِكَ مَعَ اللهِ فيهِ, لاَنَّ غفلَتَكَ عن وُجُودِ ذِكرِهِ أَشَدُّ من غَفلَتِكَ فى وُجوُدِ ذِكرِهِ.
Jangan tinggalkan dzikir walaupun dirimu saat berzikir tidak khudur (khusu’) bersama Allah Swt., karena lupamu kepada Allah saat tidak berdzikir itu lebih berbahaya daripada lupamu kepada Allah saat berzikir kepada Allah Swt.
Penulis : KH.Cholidin Chosim (Badal Mursyid Syadziliyyah)
Editor : Hamzah Alfarisi
Leave a Reply