Home Berita Rois Jatman Banten: Jatman Adalah Ruh Kebangkian Spiritual

Rois Jatman Banten: Jatman Adalah Ruh Kebangkian Spiritual

Banten, JATMAN Online – Pengurus Idaroh Wustho Jatman Provinsi Banten telah melaksanakan Mukerwil pada hari Sabtu (22/1) yang bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Khaer, Curug, Tangerang, Banten.

Kegiatan yang mengusung tema “Teguh Berthoriqoh dan Damai Bernegara” ini terlaksana atas komitmen para pengurus serta pengamal thariqah di Provinsi Banten untuk bersama-sama menjaga ideologi dan teologi ahlus sunnah wa al jamaah an nahdhiyyah serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan ini dibuka oleh Rois Idaroh Wustho Jatman Provinsi Banten, KH Thobari Syadzily. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan berkat rahmat Allah Swt. dan didorong oleh keinginan yang luhur dari segenap bangsa Indonesia. Keberadaan ulama, santri, dan rakyat adalah inti perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan serta berhasil mengusir penjajahan dari seluruh bumi Nusantara. Kesadaran akan pentingnya menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat dan mandiri merupakan buah dari pengajaran para ulama sekaligus mursyid thariqah kepada para santri dan rakyat. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila militansi rakyat bisa kita saksikan dalam perjuangan melawan penjajah, seperti perlawanan rakyat di Surabaya yang menewaskan Jenderal Mallaby dari sekutu yang ditegaskan di dalam insiden tersebut.

Lebih Lanjut, KH. Thobari Syadzily juga menegaskan bahwa Jatman bukan hanya sekedar wadah para mursyid dan pengamal thariqah yang hanya bersifat pengamalan ritual saja. Tapi secara spirit, Jatman itu merupakan substansi atau ruhnya NU dan NKRI sekaligus mengawal Aswaja dan NKRI.

“Dengan demikian, tidak berlebihan bila kami mengatakan bahwa kiprah dan khidmat kami di Jatman Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk menjadi pengawal inti tetap tegaknya Aswaja an Nahdhiyyah dan NKRI”, kata KH. Thobari Syadzily.

Selanjutnya, KH. Thobari Syadzily juga mengemukakan bagaimana pada perkembangan ke depan, Jatman harus menjadi “Wind of the Positive Change (Angin Perubahan Positif)” yang harus terus dihidupkan dan dinyalakan dalam hati sanubari kita masing-masing. Terlebih sebagai pengurus sekaligus pengamal thariqah yang bernaung di bawah panji Jatman. Karena ini menyangkut masa depan kita, anak keturunan kita dan tegaknya NKRI sebagai penyebar rahmatan lil alamin.

“Semoga pada forum Mukerwil Jatman Banten ini, kita menjadi bagian penting bagi kembalinya spirit kebangkitan spiritual di tanah leluhur para Wali Banten Nusantara”, pungkas KH Thobari Syadzily.

Leave a Reply

Your email address will not be published.