Home Hikmah Turunnya Makanan dari Langit

Turunnya Makanan dari Langit

Diriwayatkan pada saat Syekh Abdul Qadir al-Jilani sedang berkhalwat selama 40 (empat puluh) hari lamanya, ia bermaksud dengan niat yang kuat untuk tidak akan minum dan makan berupa makanan dunia, kecuali kalau makanan itu turun dari langit dan air untuk minum pada waktu berbuka puasa.

Ketika khalwatnya sudah mencapai setengah perjalanan, Pada hari ke-20 (dua puluh) menuju hari ke-40 (empat puluh), terbukalah langit-langit atap rumahnya.

Dikala itu datang seorang laki-laki membawa wadah tempat buah-buahan yang dipegang dengan kedua belah tangannya yang berisikan aneka ragam buah-buahan yang langka adanya, bagus rupanya dan mengagumkan mata.

Lalu buah-buahan tersebut dihidangkan kepada Syekh Abdul Qadir, ia berkata, “ Ini darimana?”

Sang pembawa makanan tadi menjawab pertanyaan Syekh Abdul Qadir, “Ini dari alam malakut dan jamuan ini untuk Syekh.“

Syekh Abdul Qadir menjawab, “Jauhkan wadah itu dari pandanganku, karena emas dan perak diharamkan oleh Rasulullah saw.“

Kemudian wadah yang terbuat dari emas dan perak itu dibawa kembali. Pada waktu akan berbuka puasa tiba, seorang malaikat berkunjung sambil berkata, “Wahai Abdul Qadir al-Jilani, ini jamuan dari Allah.“

Disodorkannya baki yang berisi penuh makanan itu dan diterimanya. Lalu ia makan bersama-sama dengan para pelayannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.