Hampir 2 tahun sudah, manusia dibelahan bumi manapun berjibaku dan bertahan dalam kondisi pandemi ini. Banyak sekali pengorbanan setiap orang agar ia dapat menyelamatkan diri dan keluarganya.
Semua orang berupaya bertahan hidup, menyelamatkan diri masing-masing, serta berusaha agar terbebas dari pandemi. Namun siapa sangka, ada secuil pelajaran yang mungkin luput dan terabaikan dari kondisi tersebut.
Jika ditelisik lebih dalam, pandemi secara tidak langsung mengajarkan bahwa manusia sejatinya tidak mampu berdiri sendiri dan tidak berdaya dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai khalifah di muka bumi.
Karena ketidakmampuan yang ia miliki, manusia membutuhkan seseorang yang sanggup menuntun ia secara dhohir batin.
Seperti halnya seorang siswa membutuhkan guru dalam memahami ilmu-ilmu di sekolahnya, mahasiswa membutuhkan dosen agar ahli dalam fokus keilmuannya, seseorang yang tidak tahu jalan membutuhkan penunjuk arah agar dapat mencapai tujuannya. Begitu pula manusia, membutuhkan seorang pembimbing yang dapat mengantarkan ia ke gerbang keridhoan Allah.
Manusia sangatlah butuh akan seorang guide agar ia terselamatkan dari marabahaya dan hal-hal yang tidak ia inginkan. Lebih dari itu, kebutuhan manusia terhadap seorang guide adalah untuk membimbing manusia kejalan yang Allah ridhoi.
Namun, tidak banyak orang yang menyadari akan hal itu. Kebanyakan dari manusia cenderung yakin terhadap rasa mampu yang mereka miliki, yang pada kenyataannya kemampuan tersebut amat sangat terbatas, sejalan dengan keterbatasan manusia yang mutlak dimilikinya.
Memang benar, bahwa manusia hanya bergantung pada Allah SWT semata, namun kerap kali manusia salah langkah terhadap jalan yang ia pilih. Yang dia anggap benar, pada hakikatnya belum tentu tepat. Dan secara tidak sadar, hal tersebut sering kali dilakukan.
Maka sudah sepatutnya, manusia yang penuh dengan kekurangan tersebut meyandarkan segala urusan kehidupannya dalam bimbingan guru, yang nantinya guru tersebut akan mengantarkan pada petunjuk arah yang jelas dan membimbingnya ke jalan yang diridhoi Allah SWT yang ia tidak ketahui sebelumnya.
Petunjuk-petunjuk itulah yang membuat jalan buntu menjadi terbuka, kegelapan menjadi terang, dan keruwetan terurai satu persatu, selayaknya benang kusut yang diluruskan kembali sehingga dapat digunakan dengan baik.
Dan semoga kita termasuk golongan hamba-hamba yang terpilih untuk bertemu dengan jalan yang diridhoi Allah SWT. Aamiin.
Penulis : Syaiful Afif
Leave a Reply