Syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala wa ra’ah dalam kajian Kitab Al-hikam menjelaskan.
Syekh Ibnu Athaillah Assakandary berkata:
مَا مِنْ نَفْسٍ تُبْدِيْهِ – إِلَّا وَلَهُ قَدْرٌ فِيْكَ يُمْضِيْهِ
“Tidaklah dari setiap desahan nafas yang engkau hembuskan, kecuali ia memiliki catatan takdir yang harus dijalani.”
Nafas adalah gerakan udara yang keluar dan masuk pada manusia, nafas ini merupakan ciri waktu dan zaman, maka nafas artinya zaman walaupun pendek.
Zaman adalah kondisi yang berlaku dari berbagai kejadian, tiada dari satu tarikan nafas yang kau keluarkan setiap saat dari semua waktu di hidupmu kecuali bagi Allah ada satu takdir bagimu yang berlaku, maka harus bagimu untuk mengetahui takdir Allah yang mengenalmu sehingga engkau laksanakan dengan benar takdir Allah itu.
Jika dirimu sedang dalam kemaksiatan maka engkau harus segera bertaubat, jika Allah menempatkanmu dalam kenikmatan maka engkau harus bersyukur dan jika Allah menempatkanmu dalam ujian maka engkau harus bersabar dan jangan mengeluh dan oleh sebab itu harus bagimu untuk melihat Allah SWT (dengan mata hati) pada setiap sesuatu, baik ketika diberi dan dicegah, diapit dan dibentangkan begitu juga ketika dimuliakan dan dihinakan, dalam kebutuhan dan kefakiran dan pada semua sesuatu.
Engkau harus menjaga hak Allah pada setiap hembusan nafas yaitu setiap dari umurmu, walaupun umurmu panjang.
Wallahu’alam.
Sumber: Akun Facebook Ahbab Maulana Syeikh Yusri Rusydi Al Hasany
Leave a Reply