Home Berita Kliwonan, Lima Pesan Habib Luthfi bin Yahya

Kliwonan, Lima Pesan Habib Luthfi bin Yahya

Jakarta, JATMAN Online – Di tengah situasi zaman yang bergerak dinamis, menimbulkan banyak galau. Munculnya fitnah dan persoalan yang membelit seseorang, lazimnya setiap orang Islam mendekatkan diri pada Allah Subhanahu wa ta’ala (Swt).

Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Rais Am Jam’iyyah Ahlith Thariqah Mu’tabarah An-Nadliyah (JATMAN) memberikan pesan-pesan penting agar umat Islam terhindar dari fitnah zaman, Jumat (14/1).

Berikut lima pesan Maulana Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan:

1. Jangan Tinggalkan Teladan Ulama Salafus Shalihin

Dahsyatnya cobaan akhir zaman seharusnya menjadi pecutan bagi kita untuk kembali meneladani akhlak Nabi Muhammad Saw, Ahlul bait, Sahabat, dan Ulama Salafunas shalih.

“Sekalipun Anda jatuh miskin, pegang teguhlah teladan salafus salihin bila ingin selamat dan mendapat rida-Nya,” tegas Pimpinan Majelis Kanzus Sholawat Pekalongan

2. Mengedepankan Iman dari pada Akal

Allah memang memerintah hamba-Nya untuk selalu menjadi orang yang kritis dan berpikir dalam merespon fenomena masyarakat yang terjadi di sekitar kita. Namun, sekritis apa pun akal kita dalam berpikir, tetaplah akal memiliki keterbatasan.

“Hanya iman yang dapat menguatkan akal atas permasalahan-permasalahan yang tidak dapat kita jangkau dan kita harus berhati-hati menanggapi orang-orang yang mengedepankan akal dari pada iman, karena hal tersebut membuat kita rugi dunia akhirat. Selain itu akal kita ini tidak dapat menerima semua kebesaran Allah SWT,” Tandasnya

3. Ziarah ke Ulama yang Sholih

Habib Luthfi menyampaikan nasehat ketiga agar selamat dari fitnah akhir zaman. Nasehat tersebut dengan memperbanyak kunjungan kepada Alim Ulama sholih, baik yang masih hidup atau yang meninggal.

Maulana Habib Lutfi bin Yahya menegaskan bahwa mengunjungi Alim Ulama itu banyak sekali manfaatnya, di antaranya adalah jauh dari musibah, penyakit, dan diberikan kelancaran rezeki, dan mengunjungi ulama jangan karena ada maksud tertentu saja. Ketika maksud tersebut sudah terpenuhi, kita tidak pernah berkunjung lagi kepada ulama.

4. Jangan Merasa Benar Sendiri

Yang Maha Tahu dan Maha Benar hanyalah Allah SWT. Namun, penyakit orang zaman akhir ini merasa benar sendiri baik secara individu mau pun organisasi. Tidak jarang, kita temukan saat ini kelompok yang merasa benar sendiri, sehingga kelompok menyalahkan lain.

Kita semua ini sama di mata Tuhan, hanya takwa yang membedakannya. Kita tidak boleh membeda-bedakan satu dengan yang lain atas nama agama, partai, suku, mazhab, dan lain sebagainya.

5. Jangan Tinggalkan Membaca Al-Qur’an & Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Maulana Habib Luthfi bin Yahya mengungkapkan bahwa Al-Qur’an adalah sebaik-baiknya jamuan dari Sang Kholik kepada makhluknya, dan Nabi Muhammad sebaik-baiknya wasilah untuk kita dekat dengan-Nya.

Pewarta : Gus Abid Muaffan, Mun’im

Leave a Reply

Your email address will not be published.