Home Berita ‘Sowan’ ke Habib Bahauddin, MATAN Unusia Dapat Pesan Spiritual

‘Sowan’ ke Habib Bahauddin, MATAN Unusia Dapat Pesan Spiritual

Jakarta, JATMAN Online – PK MATAN Unusia Jakarta periode 2023-2024 melaksanakan sowan ke ndalem Habib Bahaudin bin Maulana Habib Luthfi bin Yahya di di Duren Sawit, Jakarta Timur pada Hari Sabtu kemarin (07/01). Kegiatan sowan (silaturahmi) ini sebagai pengenalan kepengurusan MATAN Unusia yang baru dan permohonan ridlo serta doa kepada Habib Bahaudin bin Maulana Habib Luthfi bin Yahya untuk MATAN Unusia periode 2023-2024.

Kegiatan sowan dilaksanakan setelah selesainya kegiatan rutinan Majlis Ta’lim Darul Hasyimi Pusat asuhan Habib Bahauddin ini, banyak sekali pesan dan nasihat yang diutarakan oleh putra pertama dari Maulana Habib Luthfi tersebut.

“Penting bagi generasi muda, khususnya kader MATAN untuk mengaji, apapun kitabnya. Hal ini dilakukan agar segala yang kita laksanakan bisa mendapat keberkahan dan memiliki dasar atau pondasi yang benar,” ujar Habib Baha.

Salah satu kajian kitab yang disarankan oleh Habib Bahauddin adalah kajian-kajian kitab fiqih. “Dengan mengaji kitab fiqih, meski yang paling dasar sekalipun, kita jadi tahu bagaimana adab kita ketika di kamar mandi, kenapa kita harus melangkah dengan menggunakan kaki kanan dalam langkah kita, hingga bagaimana menghukumi sesuatu apakah sesuatu itu suci atau tidak. Hal-hal seperti ini hanya bisa kita ketahui melalui pengajian yang kita ikuti,” ucapnya.

“Selain itu, kita juga bisa memperoleh keberkahan dari Allah Ta’ala. Karena, Allah SWT dalam menciptakan segala sesuatu tidak mungkin tanpa memberi keberkahan di dalamnya. Maka dari itu, dengan mengaji tersebut, kita dapat mengetahui dan memperoleh keberkahan yang telah Allah ciptakan,” imbuh Habib Baha.

Lebih lanjut, ia juga menerangkan mengenai pentingnya istiqomah. Banyak yang sowan ke Beliau meminta didoakan agar istiqomah dalam ibadah dan sebagainya. Tetapi, mereka sendiri sebenarnya tidak mengetahui apa itu istiqomah dan bagaimana waktunya istiqomah.

“Untuk mendapatkan keistiqomahan, penting bagi kita untuk mengetahui waktu diri kita. Dengan mengetahui waktu tersebut, kita jadi tahu bagaimana istiqomah yang akan kita terapkan di diri kita,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Habib Bahauddin menegaskan kepada PK MATAN Unusia mengenai pentingnya peduli dan mandiri. Ia mencontohkan Nabi Muhammad ketika berperang, di mana tangan Nabi terkena goresan pedang hingga membuat tangan beliau mengeluarkan darah. Tetapi, Nabi Muhammad justru lebih memerdulikan kondisi sahabat-sahabat lain di perang tersebut hingga banyak sahabat yang heran dengan sikap Nabi tersebut. Hal ini menunjukkan betapa cinta dan pedulinya Nabi terhadap umatnya.

“Dalam praktik di MATAN Unusia, hal tersebut bisa ditiru salah satunya adalah dengan turut mendoakan atau membacakan tahlil kepada teman-teman di MATAN ketika salah satu anggota keluarga mereka meninggal atau terkena musibah,” pungkasnya.

“Dengan mempraktikkan hal ini, secara tidak langsung akan menumbuhkan sikap peduli di dalam diri kita sebagaimana yang dulu dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Selain itu, dengan perduli terhadap saudara-saudara sesama manusia, khususnya yang terlibat aktif di MATAN, juga menjadi salah satu bukti terima kasih kita kepada Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam,” tandasnya.

Ndoro Habib Bahauddin juga menjelaskan pentingnya mandiri bagi seluruh kader MATAN. Jangan sampai setiap kali menyelenggarakan acara hanya mengandalkan proposal, proposal dan proposal. Buatlah iuran, entah seribu atau dua ribu, atau cari siapa yang bersedia untuk menjadi penyumbang, kemudian dari iuran atau sumbangan dana tersebut, buatlah suatu usaha untuk ditawarkan kepada masyarakat, dan dari situlah, MATAN menjadi berdaya dengan tanpa mengandalkan proposal. Sehingga, ketika masyarakat bertanya apa itu MATAN, kita mampu menjawab bahwa MATAN sudah memiliki ini atau itu yang bisa menghidupi organisasi dan kegiatan di dalamnya dengan tanpa proposal.

Terakhir, Beliau Ndoro Habib Bahauddin tidak lupa berpesan kepada seluruh kader MATAN Unusia agar bersemangat dan istiqomah dalam berkhidmah di MATAN. Segala yang diistiqomahkan di MATAN, seperti membaca rotib atau mengaji, itu pasti memilili fadilah. Hanya saja, banyak dari kita yang tidak sadar atau bahkan tidak ditunjukkan oleh Allah mengenai fadilah-fadilah tersebut. Pungkas Beliau menutup perjumpaan penuh cinta kami pada malam tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.