Home Artikel Obat dan Amalan untuk Penderita Penyakit Kulit dari Habib Luthfi bin Yahya

Obat dan Amalan untuk Penderita Penyakit Kulit dari Habib Luthfi bin Yahya

Jakarta, JATMAN Online – Habib Luthfi bin Yahya mendapatkan pertanyaan dari seorang ibu dan merupakan salah satu muhibbinnya terkait cara menyembuhkan seorang anak yang terkena penyakit Vitiligo (kulit bercak putih).

Berikut pertanyaan lengkapnya: “Saya seorang ibu. Saya sangat sedih melihat anak saya menderita vitiligo, sakit kulit bercak putih. Saya sudah membawanya berobat ke berbagai tempat, termasuk medis dan pengobatan alternatif. Tapi hingga kini belum ada tanda-tanda kesembuhan, bahkan kian melebar. Terkadang saya merasa khawatir usaha saya berobat ke pengobatan alternatif itu termasuk perbuatan syirik. Saya selalu berdo’a untuk kesembuhannya. Bukankah tidak ada penyakit yang tak ada obatnya? Mohon Habib berkenan memberikan saran atau amalan wirid-wirid apa yang mesti saya lakukan”.

Jawaban Habib Luthfi: Dalam Bahasa Arab, penyakit sejenis itu disebut baros. Penyakit ini bisa timbul dari berbagai sebab:

Pertama, dari kotoran cecak yang berwarna putih seperti sebutir nasi dan ini selalu menempel pada kotoran cecak Ini bisa terjadi apabila makanan yang kita sajikan tidak ditutup dengan rapat, sehingga kotoran itu masuk dalam makanan, kamudian kita makan dan masuk ke dalam tubuh kita, maka sebaiknya setiap makanan atau minuman selalu ditutup.

Kedua, dari alergi, khususnya ikan laut. Untuk mengatasinya, minum susu kambing ataupun sapi yang murni (tanpa campuran) se- cara rutin sampai sembuh.

Ketiga, karena air musyamasy, yaitu air di bejana atau drum yang terkena panas matahari secara langsung, maka sebaiknya air yang tersimpan tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Ada beberapa obat-obatan insya Allah bisa menyembuhkan penyakit tersebut. Yaitu, daun pacar (daun yang digunakan untuk mewarnai kuku untuk mempelai wanita) dicampur dengan kapur sirih ditumbuk hingga halus, kemudian dioleskan di daerah yang terkena penyakit tersebut. Insya Allah, asal terus-menerus setiap hari, maka tidak akan melebar.

Sedang untuk do’anya, Ibu bisa mengamalkan do’a yang biasa dibaca oleh Rasulullah saw: ‘Allahumma inni a’udzubika minal jubni wal judam wal baras wa min syaiin asqam,’ (YaAllah, aku berlindung kepada- Mu dari sifat penakut serta penyahit lepra, baros dan seburuk- buruknya penyakit.’)

Kita tidak bisa sedikit-sedikit mengatakan syirik atau musyrik, apalagi untuk usaha yang pernah Ibu lakukan untuk kesehatan anak Ibu. Masalah pengobatan atau yang lain itu tergantung niatnya. Kesyirikan baru muncul apabila ada yang mengatakan bahwa penyakit itulah yang membuat orang mati. Penyakit itu sekadar lantaran, sedangkan ketentuan tentang mati sepenuhnya ada di tangan Allah swt.

Justru keyakinan bahwa sehat itu adalah segala-galanya bisa menjadi musyrik. Karena artinya, sehat itu memiliki kekuasaan. Padahal, dalam hal sehat, sakit ataupun mati, yang memiliki kekuasaan mutlak itu hanyalah Allah swt.

Soal sugesti, batasnya hanya sampai pada percaya bahwa obat anu adalah obat untuk penyakit anu, tapi yakinnya hanya kepada Allah Swt. Kalau percaya pada kemanjuran obatnya, silakan saja, tapi harus tetap meyakini bahwa kesembuhan hanya bisa terjadi hanya atas kekuasaan Allah swt.

Sumber: Umat Bertanya Habib Luthfi Menjawab

Leave a Reply

Your email address will not be published.