Malang, JATMAN Online – Universitas Islam Malang (Unisma) secara istimewa mendapat kesempatan untuk menggelar soft launching perdana dan seminar Tafsir Al Qur’an Jailani versi Terjemahan Berbahasa Indonesia di Masjid Ibnu Sina, Kota Malang, pada Sabtu (05/03).
Kegiatan ini langsung menghadirkan narasumber Prof Dr Syekh Muhammad Fadhil Al Jailani Al Hasani Al Husein Hafidzahullah atau cicit ke-24 Sulthonul Auliya’ Syekh Abdul Qadir Al Jailani QS.

Penyerahan Tafsir Al Jailani Terjemahan Indonesia dari Cicit ke-24 Shultonul Auliya’ Syekh Abdul Qodir Al-Jailani QS, yakni Prof Dr Muhammad Fadhil Al Jilani Al Hasan Al Huseni Hafidzahullah kepada Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri Msi membuka rangkaian kegiatan ini.
Rektor Unisma dalam sambutannya, Prof Maskuri mengatakan, kampus ini berbasis Ahlu Sunnah wal Jamaah (Aswaja). Keberadaan Unisma diawali oleh adanya keinginan semangat dan gagasan para tokoh masyarakat, ulama dan cendekiawan muslim dikalangan NU di Kota Malang.
Sudah menjadi bagian dari kita untuk menyiarkan islam yang rahmatan lil alamin dan mendirikan suatu perguruan tinggi Islam yang besar, berkualitas dan mandiri,” katanya.
Prof Maskuri menceritakan, Unisma awal mulanya dipelopori oleh para sarjana muslim yang berhaluan Aawaja. Para sarjana muslim tersebut kemudian sepakat untuk merealisasikan amanat tersebut dengan membentuk Panitia Sembilan.
“Panitia Sembilan tersebut bertugas menangani konsep dan bentuk teknis dalam rencana pendirian suatu perguruan tinggi,” tandasnya.

Kini, tafsir berbahasa Indonesia ini telah menambah jumlah koleksi Tafsir Al Jailani yang sudah mencapai puluhan di perpustakaan Unisma. Dengan demikian, diharapkan akan menjadi salah satu sumber literasi untuk membangun kualitas SDM hingga spirit dalam membangun budaya peradaban.
“Karya-karya tafsir Al Jailani ini diharapkan dapat memberikan banyak referensi dan layak menjadi literasi dari umat islam Indonesia untuk membangun jiwanya, membangun pola pikirnya, sikap, perilaku sekaligus spirit dalam membangun budaya peradaban,” tegas Maskuri.
Sementara itu, Syekh Fadhil menyampaikan terima kasih dan rasa syukur dengan diterbitkannya Tafsir Al Jailani Berbahasa Indonesia ini setelah berproses selama 15 tahun lamanya.
“Setelah 15 tahun ingin menerbitkan dengan bahasa Indonesia, baru tahun ini bisa terlaksana dan itupun dibawah usaha KH Muhammad Danial Nafis yang telah berusaha menerjemahkan tafsir ini,” urainya.

Lanjut, Ulama asal Turki, bahwa kunjungannya di Unisma ini juga terasa istimewa bahkan sempat membuatnya menitihkan air mata.
“Amat sangat menggembirakan bagi saya, ketika bapak Rektor Unisma menyambut saya dikantornya. Beliau mengatakan bahwa segala kegiatan di Unisma dimulai dengan membaca Al Fatihah dan bertawasul kepada Syekh Abdul Qodir Al Jailani,” paparnya.
“Ini adalah pertama kali yang saya dengarkan dan saya terima dari seorang rektor, bertawasul kepada Syekh Abdul Qodir Al Jailani untuk memulai seluruh kegiatan tersebut. Maka dengan tidak sadar saya meneteskan air mata,” ungkapnya.
Leave a Reply