Yogyakarta, JATMAN Online – Keluarga besar Habib Lutfhi Bin Ali Bin Hasyim Bin Yahya atau sering dikenal Habib Lutfhi hadir dalam Peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW sekaligus Pengajian Akbar dalam rangka Haul R. Kusomodjati (Habib Husein Bin Thoha Bin Muhammad Bin Yahya) Pada hari Minggu (05/06).
Hal tersebut diadakan di komplek Makam R Kusomodjati, Padukuhan Jentir, Kelurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen, Yogyakarta.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta, Menantu Habib Lutfhi Habib Zaid Bin Abdurahman Bin Yahya, dan Ketua Majelis Ta’lim Hasyimi Pengda Yogyakarta Sulistyo Eko SE.
Selain itu juga turut dihadiri Ketua Rais PCNU Gunungkidul Drs.H.Bardan Usman, Ketua PCNU Gunungkidul Drs.KH Sya’ban Nuroni, Ketua GP Ansor Gunungkidul H Lutfhi Kharis Mahfud, serta seluruh Forkompimkap Ngawen dan 2000 jama’ah.
- Baca Juga: Kliwonan, Mengenal Allah Melalui Doa Makan
Bupati Gunungkidul Sunaryanta dalam sambutannya menyampaikan, ucapan selamat datang kepada keluarga besar Habib Lutfhi Bin Yahya yang telah hadir dalam Haul R.Kusomodjati dan menjelaskan bahwa Alm. Kusomodjati merupakan keluarga atau trah dari Habib Lutfhi yang merupakan tokoh Ulama besar bangsa Indonesia.
“Kita warga Gunungkidul patut bangga pada hari ini keluarga Habib Lutfhi bisa hadir dalam rangka Haul R.Kusomodjati,” ujarnya.
Diterangkan lebih lanjut oleh Sunaryanta bahwa Alm. Kusumodjati dan Syaikh Imam As-Syadzily adalah seorang panglima perang Kerajaan Mataram pada saat mengusir penjajah tempo dulu.
“Semoga Kedepan Makam R. Kusomodjati bisa menjadi Makam dan tempat Religi untuk agama Islam dan juga menjadikan tempat wisata Religi,” jelasnya.
Sementara itu Habib Zaid Bin Abdurahman Bin Yahya dalam Tausiyahnya, mengajak kepada semua jama’ah untuk mencontoh R. Kusumodjati dan Syaikh Imam As-Syadzily, karena mereka berdua adalah Tokoh Islam Sufi dan Tasawuf.
“Intinya dalam acara Haul ini kita bisa mengambil hikmahnya, dan kita bisa mengambil pelajaran bahwa kedua Tokoh ini merupakan pahlawan Nasionlisme yang gigih berani berjuang melawan penjajah, dan pahlawan Patriotisme yang patut kita jadikan contoh suri tauladan,” ungkapnya
Leave a Reply