Home Berita Guru Besar Universitas Al-Qarawiyin Jelaskan Pentingnya Ilmu Yang Bersanad

Guru Besar Universitas Al-Qarawiyin Jelaskan Pentingnya Ilmu Yang Bersanad

Pangkalpinang, JATMAN Online – Wakil Rektor Universitas Al-Qarawiyin Kerajaan Maroko Prof. Dr. Maulana Sayyid Idris bin Muhammad Said Al-Fihri Al-Fasi memberikan ceramah agama di Pondok Pesantren Hidayatussalikin Pangkalpinang, Sabtu (20/08).

Dalam kunjungan Syekh Idris Al-Fihri Al-Fasi didampingi oleh istri dan juga putranya serta Dewan MaSyekh Zawiyah Ar-Raudhah KH. Ahmad Marwazi al Batawi al Makki dan Mudir Idaroh Wustho JATMAN DKI jakarta KH. Muhammad Danial Nafis.

Kunjungannya ini sebagai bentuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan khidmah ilmiyah dengan Zawiyah Ar-Raudhah dan Jami’iyyah Ahlith-Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) untuk menyebarluaskan keilmuan dan menjaga nilai-nilai luhur keislaman, khususnya di Indonesia.

Syekh Idris bin Muhammad Said Al-Fihri Al-Fasi dalam ceramahnya menyampaikan tentang pentingnya mempelajari ilmu agama melalui para guru bersanad ilmu sampai kepada baginda Muhammad Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

“Mempelajari ilmu dari guru yang bersanad merupakan kewajiban karena ilmu yang dipelajari adalah ilmu yang hak, bukan sebagai ilmu yang bathil,” jelasnya.

Oleh karena itu, mursyid Thoriqoh Qodiriyah Sadziliyah Fasiyah ini menjelaskan para ahli tasawuf, khususnya menurut Imam Al-Ghozali ilmi dibagi menjadi dua, yakni ilmu fardhu ‘ain dan ilmu fardhu kifayah.

“Eksistensi kehadiran pondok pesantren adalah untuk melanjutkan ilmu yang bersifat fardhu ‘ain tersebut karena berhubungan langsung dengan ilmu agama yang sifatnya wajib dalam hal-hal tuntunan ibadah keagamaan,” kata Syekh Idris.

Syekh Idris berharap agar kita semua bisa mempelajari ilmu tasawuf dari para guru yang bersanad. Hal ini penting karena menurut Imam Al-Ghozali hakikat ilmu terbagi dalam tiga dimensi, ilmu yang berhubungan dengan qolbu (hati), ilmu yang berhubungan dengan aqlu (akal), dan ilmu yang berhubungan dengan al-hissyu (indra).

“Ketiga dimensi ini jika dipelajari dengan haq, maka akan mengantarkan seorang muslim menemukan hakikat ilmu yang benar sesuai dengan tuntunan baginda Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam,” ucap Guru Besar Universitas Al-Qarawiyin ini.

Diakhir ceramah Syekh Idris memimpin do’a agar seluruh jama’ah senantiasa diberikan limpahan rahmat dan barokah Allah Subhanahu wa ta’ala.

Untuk diketahui, Syekh Idris Al-Fihri Al-Fasi, seorang ulama dunia yang senantiasa istiqomah mengkaji dan memberikan sejumlah kajian ilmiyah serta daurah dan suluk Islam, khususnya di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.