Home Berita BNPT: Peran JATMAN Bentengi Diri Dari Paham Radikal Terorisme

BNPT: Peran JATMAN Bentengi Diri Dari Paham Radikal Terorisme

Sleman, JATMAN Online – Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid menjelaskan radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah wujud dari krisis spiritualitas dalam beragama, yaitu krisis ihsan, krisis akhlak, krisis budi pekerti, krisis spiritual.

“Nah, Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh aI-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah ini lah jamaah yang selama ini memang membangun tasawuf dan membangun jiwa spiritualitas dalam beragama, yaitu mengedepankan moderasi beragama serta membangun agama yang wasathiyah, yang tasamuh dan tentunya ini semua untuk membangun harmonisasi nusantara,” imbuhnya.

Nurwakhid mengingatkan disini perlunya peran JATMAN membentengi diri dari paham radikal terorisme, karena seperti diketahui bahwa radikalisme merupakan krisis spiritual, lemahnya ihsan serta akhlak dan budi pekerti, terutama akhlak kebangsaan.

“Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh aI-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah justru konsen membangun dibidang moderasi beragama, membangun spiritualitas melalui tasawuf, thoriqoh atau metodologi dalam beragama untuk mencapai maqam ihsan, yaitu maqam tertinggi dalam beribadah setelah iman, Islam, ihsan,” jelasnya.

BNPT RI juga terus berupaya menjalankan program kebijakan Pentahelix dalam penanggulangan radikal terorisme dengan prinsip kerjasama dan kolaborasi secara multipihak, yaitu dengan merangkul lima elemen bangsa, yakni Kementerian/Lembaga (Pusat dan Daerah), komunitas-komunitas (ormas, pelaku seni dan budaya), akademisi atau civitas Akademika, dunia usaha (BUMN/Badan Usaha Milik Negara maupun swasta) dan media.

“Ini menjadi mitra strategis bagi BNPT yang merupakan bagian dari Gugus Tugas Pemuka Agama, karena Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh aI-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN) berada dibawah organisasi keagamaan NU. Hal seperti ini merupakan cermin bangunan spiritualitas di dalam kehidupan beragama,” kata Nurwakhid

Hal tersebut disampaikan Direktur Pencegahan Badan BNPT RI Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid dalam acara Silaturahmi Jama’ah Thoriqoh Untuk Harmoni Nusantara yang diselenggarakan oleh Idarah Wustho JATMAN Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu, (1/10).

Direktorat Pencegahan BNPT RI mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya JATMAN menyelenggarakan kegiatan ini untuk membangun Harmoni Nusantara.

Dalam kesempatan itu juga, Nurwakhid menilai Ihsan ini lah yang tidak dimiliki kelompok radikal terorisme karena mereka anti tasawuf, anti thoriqoh, anti tawasul, anti terhadap budaya dan kearifan lokal, hal Ini lah yang membuat mereka kering dalam beribadah.

“Mereka lebih banyak mengedepankan ritualistas, simbol formal keagamaan, identitas keagamaa, sementara puncak dalam peribadatan dalam beragama adalah akhlak itu yang merupaka misi utama para nabi, yaitu menyempurnakan akhlatul karimah atau etika budi pekerti yang luhur,” ucapnya.

Nurwakhid berharap dengan diadakannya acara silaturahmi yang diadakan oleh JATMAN Jawa Tengah dan DIY ini akan menjadi icon dan akan ditiru oleh JATMAN di daerah lain, maupun organisasi keagamaan yang lain untuk sering menyelenggarakan kegiatan seperti ini.

“Ini kan budaya dan kearifan lokal, yaitu silaturahmi, gotong royong dan membangun spiritualitas dalam beragama, tahlil, sholawat dan mengadakan kegiatan kirab bendera merah putih, itu semua merupakan nilai niali kebangsaan. Ini merupakan bagian dari vaksin ideology. JATMAN akan kami jadikan mitra dalam memberikan vaksinasi ideology agar masyarakat imun dari paparan paham radikal terorisme,” ungkapnya.

Diketahui acara yang digelar bersamaan dengan Kirab Merah Putih JATMAN mengukir sejarah dengan tema Garuda Sakti Nusantara, Bangkit Dengan Merah Putih 1001 Dalam Harmoni Nusantara ini dihadiri oleh Habib Umar Al Muthohar, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, jajaran Forkopimda, TNI dan Polri serta 25 ribu jamaah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.