Home Berita Gus Baha Sampaikan Waliyullah yang Gemar Bermain Sepak Bola

Gus Baha Sampaikan Waliyullah yang Gemar Bermain Sepak Bola

Jakarta, JATMAN Online – KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha menyampaikan kisah waliyullah yang gemar bermain sepak bola.

“Saya pernah membaca di kitab karangannya Imam Sya’roni, berjudul Al-Minan Al-Kubro. Imam Sya’roni itu wali kelas berat dan dia berkali-kali dipermalukan oleh wali-wali lain. Dia pernah bertemu orang bercelana pendek sedang bermain bola di pantai,” cerita Gus Baha sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Konten Aswaja An-Nahdliyyah, Sabtu (26/11).

Gus Baha lebih lanjut mengisahkan keheranan dan keingkaran Imam Sya’roni terhadap perilaku beberapa orang yang sedang bermain bola di tepi pantai dengan hanya mengenakan celana pendek.

“Imam Sya’roni yang terkenal itu lho juga terkenal pengarang kitab Manaqib. Manaqib Syekh Abdul Qodir itu dikarang oleh Imam Al-Barzanji dan beliau merujuk kitab Manaqib yang dikarang oleh Imam Sya’roni. Tapi, ini jangan ditiru, orang-orang itu bercelana pendek. Mungkin pendeknya cuma selutut. Beliau (Imam Sya’roni) ingkar, “orang sore-sore kok memakai celana pendek, main bola di pantai!” ujar Gus Baha.

Kemudian, setelah sampai rumah, Imam Sya’roni ditegur oleh seorang yang tengah duduk di kursi. Anehnya lagi kursi yang ia duduki itu berada di antara langit dan bumi.

“Ternyata ketika beliau pulang, beliau melihat orang yang duduk di kursi di antara langit dan bumi. Beliaupun dipanggil: “Wahai Sya’roni, apakah kamu tidak malu denganku? Yang tadi bermain sepak bola itu semuanya wali Abdal. Sementara itu kamu wali amatir. Dasar tidak memiliki sopan santun,” Kata Gus Baha

Kemudian Imam Sya’roni menanyakan perihal bermain bola dan mengenakan celana pendek yang menurutnya itu melanggar hukum syara’ sebab membuka aurat.

Beliaupun bertanya: “Untuk apa kalian para wali bermain dengan celana pendek?” Dijawab, “Biarin, karena saya sedang suka dengan umatnya Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. “Tapi itu kan membuka aurat! Memang betul. Ketika sholat mazhabku Syafi’i, jadi memakai sarung tapi di luar sholat itu mazhabku Hambali,” imbuhnya.

Kemudian orang yang menegurnya tadi juga membuka jati dirinya sebagai salah seorang wali qutub. Bahkan dirinya juga merupakan pemimpinnya aliran Mulamatiyah.

“Aku ini wali qutub yang jadi pimpinanan aliran Mulamatiyah,” ucapnya sebagaimana dikisahkan oleh Gus Baha.

“Aliran Mulamatiyah ialah sekelompok wali yang tidak pernah salat qabliyah maupun ba’diyah. Tetapi mereka sangat rindu kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Mereka hanya ingin menunjukkan kepada umat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam bahwa salat qabliyah dan ba’diyah tidak wajib.” Tambahnya.

Gus Baha menjelaskan coba sekarang, jika bermain bola diharamkan, lalu orang kecewa pada Islam. Yang rugi adalah Kanjeng Nabi.

Jadi ada wali yang tasamuh dengan sering bermain bola. Jalaluddin Rumi bahkan membuat tarian Rumi. Dan masih banyak lagi wali yang lain. Tidak hanya wali yang sok khusyuk saja. Wali amatir itu! Kurang banyak mengaji. Nabi berteman dengan Nu’aiman yang seorang pemabuk. Jadi macam-macam,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.