Jakarta, JATMAN Online – Rektor Universitas Az-Zaitunah Prof Abdellatif Bouazizi mengunjungi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Jumat (30/12).
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) didampingi Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa dan pengurus yang lainnya menyambut kedatangan Prof Abdellatif Bouazizi.
Prof Abdellatif Bouazizi mengungkapkan bahwa hubungan Indonesia dan Tunisia sangat lekat. Keduanya juga memiliki visi serupa, utamanya dalam membangun kehidupan harmonis antarumat manusia.
“Indonesia dan Tunisia berhubungan dekat dan mempunyai visi yang sama untuk mendorong warga bangsa membangun persahabatan serta menciptakan persatuan dan harmoni antarumat beragama,” jelasnya.
Dikutip dari NU Online, Kiai Zulfa menyampaikan bahwa kunjungan rektor universitas tertua di Afrika Utara tersebut dalam maksud bersilaturahim.
“Alhamdulillah hari ini PBNU kedatangan Rektor Universitas Az-Zaitunah. Beliau bersilaturahim ke kantor ini dalam rangka membangun halaqah ruhiyah,” ucap Pengarang kitab Al-fatwa wa Ma La Yanbaghi Li al-Mutafaqqih Jahluhu itu.
Dalam pertemuan itu juga, lanjutnya, dibahas soal penjajakan kerja sama NU dengan Universitas Az-Zaitunah di sektor pendidikan.
“Berikutnya juga beliau ingin kembali mengajak kerja sama dan memperkuat kerja sama yang sudah terbangun dahulu di antaranya saling mengirim mahasiswa dari Tunisa ke Indonesia dan juga sebaliknya dari NU ke Tunisia,” kata Kiai Zulfa.

Kiai Zulfa menyampaikan melalui pertemuan tersebut, pihak Az Zaitunah mengharapkan kedua belah pihak dapat merealisasikan program pertukaran pelajar NU dan Az Zaitunah.
“Mungkin bisa belajar di universitas NU (Unusia), karena sekarang ada dua orang (Tunusia) dan juga belau ingin terus menawarkan agar dari Indonesia bisa ke sana karena sekarang juga ada dari Indonesia juga yang belajar di Az-Zaitunah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kiai Zulfa menyebut bahwa NU dan Az-Zaitunah memiliki kesamaan dalam banyak hal. Secara pemahaman tauhid, NU dan Az-Zaitunah meyakini paham serupa yakni akidah Asy’ariyah hingga pengamalan tasawuf.
“Terutama dalam hal madzhab tauhidnya aqidah Asy’ariyah, dalam hal moderasi mazhab fiqihnya walaupun di sana mayoritas mazhab Maliki dan kita mazhab Syafi’i. Dan yang terpenting, ada pada kesamaan dalam hal bagaimana masyarakat Indonesia, khususnya warga NU, dan juga Az-Zaitunah, ulama ulamanya sama-sama mengamalkan tasawuf,” pungkasnya.
Leave a Reply