Jakarta, JATMAN Online – Gus Nadirsyah Hosen yang akrab disapa Gus Nadir menyampaikan penjelasan mengenai apa itu sukses.
Gus Nadir mengatakan banyak orang bilang saya contoh orang yang sukses. Kata mereka, sudah punya 2 gelar PhD, gaji dollar, ngajar di kampus kelas dunia, sudah gitu alim lagi. Masih sempat ngurusi umat ngaji tafsir, fikih, hadis dan lain-lain, plus doyan guyon.
“Itu kata mereka. Dan terima kasih atas husnuzzhannya. Alhamdulillah Allah masih menutup aib dan kelemahan saya. Ya Sattar, ustur ‘uyubana,” tulis Gus Nadir melalui akun Facebooknya, dikutip JATMAN Online, Selasa (18/01/07).
Faktanya, lanjut Dosen Monash University ini, yang disebut sukses itu adalah orang yang beruntung. Dan yang disebut beruntung itu ialah ketika kualifikasi bertemu dengan peluang (when qualifications meet the opportunities).
“Banyak orang yang punya kualifikasi lebih dari saya. Jago baca kitab kuning, ngelotok menguasai sejumlah ilmu, dan punya gelar atau pengikut berderet-deret. Tapi kenapa dia gak dianggap sukses?, Boleh jadi para orang hebat itu gagal menangkap peluang yang ada. Dia gagal mensinkronkan apa yang dia miliki dengan apa yang dibutuhkan pihak lain,” paparnya.
Gus Nadir mengungkapkan, sebaliknya ada orang yang mendadak kaya atau mendadak jadi pejabat padahal kualifikasi pas-pasan. Tapi biasanya ini tidak bertahan lama.
“Cepat naik, tapi cepat pula jatuhnya (dan pas jatuh biasanya lebih sakit: kena kasus dan skandal. Naudzubillah) Itu karena yang bersangkutan mampu memanfaatkan peluang tapi tidak didukung dengan kualifikasi, baik intelektual, emosional maupun spiritual,” ucap Rais Syuriah PCI (Pengurus Cabang Istimewa) Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan New Zealand ini.
“Jadi, apa saya termasuk orang sukses? Belum. Kapasitas saya terbatas dan pas-pasan. Peluang pun kadang ada, kadang hilang. Dalam bahasa anak pondok, saya ini dibilang cuma ngandalin nasab untuk mengubah nasib demi mencapai nishab,” tambahnya.
Gus Nadir berpesan agar senantiaasa berdoa dan terus belajar untuk mengupgrade diri menjadi lebih baik dan memanfaatkan peluang yang ada.
“Mari kita terus berdoa dan berusaha. Semoga kita semua termasuk orang yang beruntung, dimana kita mampu terus meningkatkan kualifikasi diri sambil terus meng-create berbagai peluang untuk kita. Bismillah,” ungkapnya.
Leave a Reply