Kudus, JATMAN Online – Sekretaris Awwal Idarah Aliyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Dr KH Ali M Abdillah MA menceritakan kisah seorang peserta suluk bulan Rajab Tarekat Naqsabandiyah di Undaan Kudus.
Ketua Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (MATAN) DKI Jakarta ini menyampaikan, disela-sela kegiatan mengobrol dengan Bapak yang berpeci putih (lihat gambar diatas) bernama H. Tohari, beliau sebagai peserta Suluk tertua karena usianya sudah 103 tahun.
“Beliau lahir tahun 1920 enam tahun sebelum NU lahir. Beliau sejak muda aktif mengikuti kegiatan tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah mulai pada zaman Mursyidnya Mbah Siroj lahir tahun 1854 dan wafat pada tahun 1947,” kata Kiai Ali diterima JATMAN Online, Rabu (01/02/2023).
“Dilanjut Mursyid Mbah Ansori wafat tahun 2000 hingga Mursyid sekarang Kyai Muhammad Sholeh (alumni Pesantren Sarang 6 tahun dan Pesantren Batokan Kediri 4 tahun),” imbuhnya.
Sekretaris Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan MUI Pusat ini juga menyampaikan, bahawa beliau juga mengamalkan puasa yang tidak boleh makanan yang bernyama. Mbah Tohari juga menceritakan suasana penderitaan zaman Belanda.
“Alhamdulillah di usia senja beliau tetap istiqamah hadir dari lampung mengikuti Suluk Bulan Rajab Tarekat Naqsabandiyah di Undaan Kudus,” ucap Ulama yang menjadi Pengasuh Pondok Pesantren al Rabbani Islamic College Cikeas ini.
Leave a Reply