Home Budi Handoyo

Author: Budi Handoyo

Pos

Kontribusi Abu Yazid al-Busthami, Pencetus Ide Fana dalam Tasawuf

Nama lengkapnya adalah Thaifur bin Isa bin Adam bin Syarusan (w. 875 M). Abu Yazid berasal dari Bustham atau Bistham, di daerah Qus, Wilayah Khurasan, Persia. Daerah ini dibebaskan di masa Khalifah Umar ibnu Khattab pada 639 M. Kakekanya Syarusan adalah seorang majusi atau penganut agama Zoroaster, lalu ia masuk Islam. Seperti yang dicatat oleh...

Pos

Misteri Wali Allah

Dalam kitab Lathaiful Minam, Ibnu Athaillah Al-Sakandari menerangkan Jika kautahu bahwa dakwa kepada Allah bersifat langgeng, Ketauhilah bahwa cahaya yang dhahir pada para wali Allah terbit dari cahaya matahari kenabian. Haqiqatul Muhammadiyah ibarat matahari, sementara para wali Allah ibarat bulan. Bulan bersinar karena ia memantulkan cahaya matahari yang bersinar dihadapannya. Apabila matahari bersinar di siang...

Pos

Korelasi Allah, Alam dan Manusia dalam Perspektif Tasawuf

Kajian dalam tasawuf khususnya tasawuf Irfani atau tasawuf wujudi atau dalam istilah akademis ilmiah disebut tasawuf falsafi, tidak terlepas dari tiga komponen pokok kajian yaitu, al-Ilahiyyah (ketuhanan), al-Kaun (alam/kosmos), dan al-Insan (manusia). Di antara ketiganya memiliki korelasi hubungan yang tak terpisahkan. Maka para ulama-ulama Sufi Irfani banyak memberi ragam pandangan dan pembahsan mengenai hubungan ketiga...

Pos

Kontribusi Tasawuf Syekh Amir Abdul Qadir al-Jaza’iri Terhadap Intelektual dan Spiritual Islam

Aljazair (Algeria) merupakan salah satu hegara yang terletak dikawasan Afrika Utara. Sebutan untuk negara ini pada zaman dahulu dinamakan ‘Tangier” atau “Tilmsian (Tilmecen)”. Sekitar abad ke 16 negara, Aljazair menjadi bagian dari Kekhalifahan Utsmaniyah. Aljazair Negara yang telah melahirkan berbagai ulama-ulama Sufi besar salah satu diantaranya Syekh Amir Abdul Qadir al-Jaza’iri yang telah memberikan kontribusi terhadap Intelektual dan Spiritual Islam.

Pos

Pergerakan Tauhid Sufi dalam Memberkahi Kehidupan Masyarakat Era Modern

Era modern ditandai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Kemajuan iptek sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Namun apabila ditinjau dari sisi ruhani, kemajuan iptek membawa kepada kepada kemerosotan Iman (aqidah) dan moral (akhlak). Mengapa demikian? Hal ini disebabkan lemahnya ketauhidan pada diri masyarakat. Masyarakat tidak memanfaatkan kemajuan iptek ke arah yang positif melainkan menggunakan iptek ke arah yang negative. Salah satunya media massa sebagai tempat untuk memfitnah dan penyebaran hoaks.

Pos

Memahami Tahun Baru Hijriyah, Membangun Kesadaran Spiritual

Momentum tahun baru hijriyah mengandung semangat perjuangan tanpa putus asa dan rasa optimisme yang tinggi, yaitu semangat berhijrah dari hal yang baik ke yang lebih baik lagi. Rasulullah saw. dan para sahabatnya telah melawan rasa sedih dan takut dengan berhijrah. Hijrah mengandung semangat persaudaraan, seperti yang dicontohkan Rasulullah saw. saat beliau mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Bahkan beliau telah membina hubungan baik dengan beberapa kelompok Yahudi yang hidup di Madinah dan sekitarnya pada waktu itu.

Pos

Mahabbah, Menempuh Jalan Menuju Allah

Istilah mahabbah secara bahasa berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabbatan, yang berarti mencintai secara mendalam, khususnya kepada Allah. Jika umat Islam mencari mahabbah atau cinta murni ini, kemudian mencapainya ia akan dimuliakan Allah.