PC MATAN Cirebon
Author: Khumaedi NZ
Haul Ke-181 Habib Thoha bin Yahya Ciledug, Jadi Ajang Persatuan Bangsa
Cirebon, JATMAN Online – Puncak Haul ke-181 Al Imam Al Quthb Habib Thoha Bin Hasan Bin Yahya (Shohibur Ratib Al Kubra) di Desa Leuweunggajah, Kec. Ciledug Kab. Cirebon, Jawa Barat, Ahad (1/10/2023). Haul pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun kemarin, mulai dari Bazar UMKM, Khataman Al-Qur’an dan ditutup dengab Maulid Nabi Muhammad beserta...
Menjadi Rangkaian Haul Habib Thoha Ciledug, Takhtimul Qur’an Selesaikan 826 Khataman Dihadiri 14 Ribu Khotimin
Cirebon, JATMAN Online – Haul Ke-181 penyusun Ratib al-Kubra yakni Al-Quthb Al Habib Thoha bin Hasan bin Yahya pada tahun ini dibuka hari Senin 25 September dan ditutup hari Minggu 1 Oktober 2023 lalu. Rangkaian acara yang dimulai dari Bazar UMKM, Takhtimul Qur’an dan Santunan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. KH Zaeni selaku ketua panitia...
Takhtimul Qur’an dalam Rangka Haul Habib Thoha Ke-181, Panita Ajak Masyarakat Untuk Ikut Serta
Takhtimul Qur’an dalam rangka haul Habib Thoha bin Yahya Ciledug, Cirebon pada tahun ini digelar pada tanggal Senin, 25 September dan ditutup pada Minggu, 1 Oktober 2023 dengan pembacaan maulid dan mauizah hasanah oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya.
KH Abbas Buntet Cirebon, Mursyid yang Gigih Melawan Penjajah
Siapa yang tidak paham tentang gigihnya KH Abbas Abdul Jamil Buntet Pesantren sosok ulama yang sakti mandraguna. Betapa tidak, berbagai cerita lisan mengisahkan peran heroiknya dalam menumpas sekutu di Surabaya pada Perang 10 November 1945.
Mengenal Kang Ayip Muh Cirebon, Guru Habib Luthfi bin Yahya
Al Habib Muhammad bin Syekh bin Abu Bakar bin Yahya, yang kerap di panggil “Kang Ayip Muh” oleh masyarakat Cirebon. Beliau adalah Ulama kharismatik yang sangat disegani oleh warga Cirebon karena dakwahnya yang merangkul semua elemen masyarakat. Beliau juga salah satu guru dari ulama asal Pekalongan yakni Maulana Habib Luthfi bin Yahya
Mengenal Syekh Abdul Malik Purwokerto; Mursyid yang Dicintai Para Habaib (5)
Adalah tidak benar, jika para ulama ahli tasawuf disebut sebagai para pemalas, bodoh, kumal dan mengabaikan urusan-urusan duniawi. Meski tidak berpakaian Necis, namun mereka senantiasa tanggap terhadap berbagai kejadian yang ada di sekitarnya. Ketika zaman bergolak dalam revolusi fisik untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan bangsa asing, para ulama ahli thariqah senyatanya juga turut berjuang dalam satu tarikan nafas demi memerdekakan bangsanya.
Mengenal Syekh Abdul Malik Purwokerto; Mursyid yang Dicintai Para Habaib (4)
Syekh Abdul Malik juga dikenal memiliki hubungan baik dengan para ulama dan habaib, Bahkan dianggap sebagai guru bagi mereka, seperti KH. Hasan Mangli (Magelang), Habib Soleh bin Muhsin al-Hamid (Tanggul, Jember), Habib Ahmad Bafaqih (Yogyakarta), Habib Husein bin Hadi (Brani, Probolinggo), dan lain-lain.
Mengenal Syekh Abdul Malik Purwokerto; Mursyid yang Dicintai Para Habaib (3)
Daerah Banyumas yang pertama kali dijadikan tempat pengembangan tarekat adalah Desa Kedung Paruk Kecamatan Kembaran. Di Kedung Paruk Muhammad Ilyas mengembangkan dan memperkenalkan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah kepada masyarakat sekitar. Muhammad Ilyas bersama anaknya yaitu Syekh Abdul Malik (keturunan dari istri keduanya) bersama- sama mengembangkan tarekat ini. Syekh Abdul Malik disamping mengajarkan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah juga mengajarkan Tarekat Syadziliyah sehingga beliau dikenal sebagai guru besar Tarekat Naqsyabandiyah dan Tarekat Syadziliah di Indonesia. Ijazah mursyid beliau dapatkan dari ayahandanya, sedangkan ijazah mursyid Tarekat Syadziliyah beliau peroleh dari al-Qutub al-‘Arif Billah as-Sayyid Ahmad Nahrawi al-Makki Mekkah.
Mengenal Syekh Abdul Malik Purwokerto; Mursyid yang Dicintai Para Habaib (2)
Sejak kecil, Abdul Malik memperoleh pengasuhan dan pendidikan secara langsung dari kedua orang tuanya. Setelah belajar al-Qur’an kepada ayahnya, Abdul Malik diperintahkan untuk melanjutkan pendidikannya kepada Kiai Abu bakar bin Haji Yahya Ngasinan, Kebasen, Banyumas.