Home Khumaedi NZ

Author: Khumaedi NZ

Pos

Haul Ke -180 Habib Thoha bin Yahya Ciledug Dihadiri 10 Ribu Khatimin dan 50 UMKM

Penutupan haul Ke-180 penyusun Ratib al-Kubra yakni Al-Quthb Al Habib Thoha bin Hasan bin Yahya dihadiri oleh Habib Thohir bin Muhammad bin Yahya, Habib Abu Bakar Al Habsyi, Bupati Cirebon, Polres Cirebon, Kadisbudpar Cirebon, Kadisbidsos Cirebon, Pimpinan Forum Bisnis Cirebon, Panglima Macan Ali Kasepuhan Cirebon, Camat Ciledug, Waled, Pasaleman dan Habaib, Ulama, ustadz sewilayah Cirebon.

Pos

Sepenggal Tips Self Control Ala Ning Imaz Lirboyo

Belakang ini, kalangan Nahdliyyin dihebohkan dengan berita di twitter yang ada keterangan (caption) kasar dan menghina terhadap salah satu Ustazah Lirboyo yakni Ning Imaz oleh akun Eko Kunthadi. Terlihat di postingan story instagram Ning Imaz @imaz, beberapa santri, teman, keluarga, bahkan netizen turut memberi dukungan.

Pos

Mengenal Syekh Tolhah Cirebon dan Perkembangan TQN di Jawa Barat

Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) ialah gabungan dari Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah. Tarekat ini didirikan Syekh Ahmad Khatib Sambas. Ia dilahirkan di daerah Kampung Dagang, Sambas, Kalimantan Barat, pada bulan Shafar 1217 H, yang bertepatan dengan tahun 1803 M dengan ayahnya yang bernama Abdul Ghaffar bin Abdul lah bin Muhammad bin Jalaluddin.

Pos

KH. Anas Abdul Jamil Buntet, Muqaddam Tarekat Tijaniyah Pertama di Jawa

Tarekat Tijaniyah didirikan oleh Abul Abbas ibn Muhammad ibn Al-Mukhtar At-Tijani. Ia lahir di ‘Ain Madi bagian selatan Aljazair pada 1150 H/1737 M. Ayahnya, Muhammad ibn Mukhtar, dikenal alim dan saleh. Ia wafat karena terjangkit penyakit menular (tha’un), ketika At-Tijani berusia 16 tahun. Ibunya, Sayyidah Aisyah binti Abdullah As-Sanusi, seorang wanita berkulit hitam dari suku Tijani. Oleh karena itu, ia disebut At-Tijani. At-Tijani dikatakan sebagai keturunan ke-21 Nabi Muhammad saw.