Terbentuk Hati yang Mutmainnah. Allah berfirman dalam Surat Ar-Ra’d ayat 27-28, قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِيٓ إِلَيۡهِ مَنۡ أَنَابَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ “Katakanlah (Muhammad), sesugguhnya Allah akan menyesatkan siapa yang dikehendaki dan memberi petunjuk kepada orang yang kembali (taubat zahir batin) kepada-Nya. Mereka itu...
Kategori: Artikel
Syekh Jahid Sidek: Kaidah Kesufian dalam Menanamkan Kedamaian Hidup (2)
Menyadarkan Akal dan Menghidupkan Hati Setiap manusia dibekali akal dan hati. Akal fungsinya menerima kebenaran yang rasional atau yang munasabah (sesuai dengan akal). Karena biasanya, ada kebenaran agama yang akan sulit diterima oleh akal. Sedangkan hati fungsinya lebih besar dan canggih. Hati bisa menerima banyak perkara yang akal tidak mampu menerimanya. Sesuai dengan kedua posisinya...
Syekh Jahid Sidek: Kaidah Kesufian dalam Menanamkan Kedamaian Hidup (1)
Rasulullah sebagai Agen Pedamaian Rasulullah saw. diutus oleh Allah untuk menyampaikan ajaran Islam yang sempurna kepada manusia di seluruh dunia, khususnya masyarakat di semenanjung tanah Arab hidup di bawah hukum jahiliyyah yang penuh dengan kerusakan akidah, sosial, politik dan moral serta penuh keganasan, bunuh membunuh dan peperangan. Dalam masa yang singkat Rasulullah saw. telah berhasil...
Habib Umar bin Hafidz Jelaskan Hubungan Syariat, Thariqah dan Hakikat
Jakarta, JATMAN Online – Masjid Istiqlal di Jakarta menjadi saksi atas berkumpulnya ribuan jamaah Muslim yang dengan semangat tinggi hadir untuk menghadiri kajian Subuh yang sangat istimewa. Kajian tersebut diisi oleh seorang ulama besar dari Hadramaut, Yaman, yaitu al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Kajian ini sangat ditunggu dan menjadi momen yang langka untuk mendengarkan...
Hakikat Puasa Lahiriyah dan Puasa Batiniyyah
Puasa, Shaum atau Shiyam, pengertiannya secara etimologis adalah al-Imsaku Anis Syai’i, yaitu mengekang atau menahan diri dari sesuatu. Misalnya menahan diri dari makan, minum, bercampur dengan istri, berbicara, dan sebagainya. Dalam pengertian selanjutnya, puasa adalah meninggalkan makan, minum, bercampur dengan istri, dan tidak berbicara. Sufyan bin Uyainah menjelaskan, puasa adalah melatih kesabaran sehingga seseorang bersikap sabar dan menahan diri...
Fase Kehidupan di Alam Ruh
Kehidupan manusia di alam arwah atau alam ruh, terjadi jauh sebelum ayah dan ibu kita menikah, sehingga sering disebut dengan kehidupan before zero. Biasanya titik nol sebuah kota adalah di alun-alun kota tersebut. Sedangkan titik nol manusia adalah ketika dia dilahirkan ke alam dunia. Sebagian orang berpendapat bahwa titik nol manusia adalah ketika dia memasuki masa aqil...
Keharusan Ngaji Kepada Pewaris Nabi Menurut Syeikhul Azhar Imam Al-Syanwani
Nama lengkapnya Muhammad bin Ali al-Syafi’i al-Syanwani. Lahir di Mesir di sebuah desa bernama Syanwan. Beliau belajar fikih madzhab Syafii kepada Syeikh Isa al-Barawi, pengarang Hasyiyah Minhaj, kemudian di al-Azhar dan Jami’ah Fakihani di Mesir. Setelah Syeikh al-Azhar Imam al-Syarqawi yang merupakan guru al-Syanwani berpulang pada tahun 1227 H, al-Syanwani pergi meninggalkan kota Mesir karena...
Puasa Rajab, Sunah Atau Bid’ah?
Jika sudah datang Bulan Rajab, kebiasaan kita adalah puasa. Saat di pesantren puasanya dilakukan hingga satu bulan penuh, seperti halnya di Bulan Ramadhan. Di samping manut pada kiai, itu pun karena sudah jadi tradisi amaliah ulama terdahulu. Kita tidak sekali-kali menanyakan apa dalilnya? Kalau ulama sudah mengamalkan puasa sunah di Bulan Rajab itu artinya ulama...
Kiai Abdul Latif Cibeber, Pendiri NU dari Banten
Kab. Tangerang, JATMAN Online – Jika pergi ke Cilegon, hati terpaut ke Cibeber. Ada yang menyejarah di dalamnya. Sosok ulama besar yang wara’, produktif menulis kitab Arab Jawa (pegon), karya-karyanya sangat manfaat bagi umat Islam di Banten, penjelasannya mudah dan langsung bisa dipahami. Ulama besar ini adalah keturunan pejuang, ayahnya adalah Syaikh Muhammad Ali, yang kelak dikenal...
Tawassul Kepada Ahli Kubur, Apa Benar Dilarang?
Meluruskan Gagal Paham atas Tawassul Sayyidina Umar bin Al-Khaththab Ra. Salah satu dalil -selain dalil-dalil lemah lainnya- yang menjadi pijakan para penentang tawassul dengan ahli kubur adalah adanya atsar yang menginformasikan bahwa setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat Khalifah Umar bin Al-Khaththab Ra. tidak bertawassul melalui beliau tetapi dengan perantara Al-Abbas bin Abd Al-Muththalib Ra., paman...