Era modern ditandai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Kemajuan iptek sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Namun apabila ditinjau dari sisi ruhani, kemajuan iptek membawa kepada kepada kemerosotan Iman (aqidah) dan moral (akhlak). Mengapa demikian? Hal ini disebabkan lemahnya ketauhidan pada diri masyarakat. Masyarakat tidak memanfaatkan kemajuan iptek ke arah yang positif melainkan menggunakan iptek ke arah yang negative. Salah satunya media massa sebagai tempat untuk memfitnah dan penyebaran hoaks.
Kategori: Artikel
Memahami Tahun Baru Hijriyah, Membangun Kesadaran Spiritual
Momentum tahun baru hijriyah mengandung semangat perjuangan tanpa putus asa dan rasa optimisme yang tinggi, yaitu semangat berhijrah dari hal yang baik ke yang lebih baik lagi. Rasulullah saw. dan para sahabatnya telah melawan rasa sedih dan takut dengan berhijrah. Hijrah mengandung semangat persaudaraan, seperti yang dicontohkan Rasulullah saw. saat beliau mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Bahkan beliau telah membina hubungan baik dengan beberapa kelompok Yahudi yang hidup di Madinah dan sekitarnya pada waktu itu.
Mahabbah, Menempuh Jalan Menuju Allah
Istilah mahabbah secara bahasa berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabbatan, yang berarti mencintai secara mendalam, khususnya kepada Allah. Jika umat Islam mencari mahabbah atau cinta murni ini, kemudian mencapainya ia akan dimuliakan Allah.
Khalwat dan Uzlah Sebagai Terapi Ruhani
Dalam ilmu tasawuf kita telah mengenal istilah khalwat dan uzlah yang merupakan dua kedudukan ruhani salik (maqamat) yang saling menyertai. Khalwat dan uzlah adalah salah satu praktik dalam tarekat Sufi. Adapun tarekat itu jalan seseorang untuk menuju Allah di bawah bimbingan mursyid dengan mengamalkan segala ketentuan syariat untuk sampai kepada hakikat, yaitu Hadrat Ilahiyyah.
Mengenal Kitab Insan Kamil Fi Ma’arifah Awa’il wa Awakhir dalam Membangun Spiritual Hati
Insan kamil menjadikan manusia (mikro-kosmos) sebagai fokus kajian, utamanya Rasulullah saw. sebagai inti pembahasan dan ikon kesempurnaan. Karya tersebut merupakan buah pemikiran dan hasil kasyf Syekh Abdul Karim Al-Jili, seorang wali Allah, ulama sufi dan juga cerdik cendikiawan muslim kelahiran al-Jailan salah satu distrik di kota Baghdad (Irak), yang hidup antara tahun 1366 M dan 1430 M. Al-Jili merupakan anak keturunan Syekh Sayyidi Abdul Qadir Al-Jilani.
Konsep Wujudiyah Syekh Hamzah Al-Fansuri
Hamzah Fansuri merupakan salah seorang ulama sufi besar di Nusantara tepatnya di Daerah Aceh. Beliau juga seorang pujangga Melayu terbesar Abad XVII dan penyair sufi yang tiada taranya pada zaman itu. Hamzah Fansuri adalah Jalaluddin Rumi-nya kepulauan Nusantara.
Urgensi Thariqah dan Bimbingan Mursyid
Tasawuf adalah suatu ilmu untuk memperbagus amal ibadah, dengan membersihkan hati dari segala sifat-sifat tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji untuk mencapai cahaya manifestasi (tajalli) Al-Haq dalam jiwa kita. Sehingga kita dapat berakhlak mulia, beribadah dengan baik dan beradab dengan sesama makhluk.
Memahami Shalat Dalam Perspektif Irfani
Shalat merupakan tiang agama yang juga rukun pertama dalam Islam dan wajib dilaksanakan oleh tiap-tiap mukalaf. Makna uraian tentang shalat telah dijelaskan baik secara ontologis maupun epistemologi di dalam kitab-kitab fikih. Akan tetapi dalam pandangan tasawuf shalat memiliki kajian tersendiri dari sudut irfani. Tidak hanya melihat shalat dari sudut lahiriyah saja melainkan menjangkau aspek batinnya shalat. Maka dalam tinjuau irfani dikenal pembagian level shalat. Ada shalat syariat dan shalat hakikat.
Memahami Puasa dalam Perspektif Irfani
Puasa (Shaum) merupakan salah satu rukun Islam yang wajib untuk dilaksanakan oleh setiap umat muslim di seluruh belahan dunia. Puasa terbagi menjadi dua macam yaitu, puasa wajib seperti puasa yang dilaksanakan pada bulan Ramadan dan puasa sunat yakni puasa yang dikerjakan pada tiap-tiap keadaan seperti puasa arafah, puasa asyura, puasa senin-kamis, puasa hajat dan lain sebagainya,
Esensi Pembagian Tasawuf dalam Perspektif Al-Ghazali
Tasawuf merupakan kehidupan keruhanian Islam yang sangat diperlukan oleh setiap manusia agar menjadi hidup bahagia dunia dan akhirat. Hal itu dapat terjadi dengan cara yaitu mujahadatun nafs, menyingkap hijab panca indera, menjernihkan hati serta membersihkannya dari berbagai kotoran syahwat dan hawa nafsu, dan memutuskan keterikatan terhadap kebendaan yang merusak hubungan manusia dengan Tuhannya.