Selain masjid, untuk menyebarkan ilmu agama Habib Hasyim juga membangun Pondok Pesantren di Kota Pekalongan. Pondok tersebut bernama Al-Inshof yang berada di sebelah Masjid Al-Nur. Keberadaan Pesantren ini menambah bersinarnya cahaya keagamaan di Kota Pekalongan, bersama pesantren-pesantren lain yang sudah berdiri sebelumnya, seperti Pesantren Kiai Khomsa di Landungsari, Pesantren Kiai Agus di Kenayagan, Pesantren Kiai Murtadho di Sampangan, Pesantren Kiai Abdul Aziz di Banyurip dan yang lainnya.
Kategori: Artikel
Sanad Keilmuan Habib Hasyim bin Umar bin Yahya serta Perjalanan Dakwahnya (2)
Pendidikan Habib Hasyim bin Umar bin Yahya dimulai bersama ayah beliau sendiri yaitu al-Habib Umar bin Thoha bin Yahya di Karangampel, Indramayu. Kemudian beliau melanjutkan belajar agama dengan Habib Yusuf bin Yahya di Indramayu. Ketika usia beliau sekitar 25 tahun beliau, kemudian berguru kepada Mbah KH. Sholeh Darat di Semarang.
Biografi Habib Hasyim bin Umar bin Yahya Pekalongan (1)
Habib Hasyim bin Umar bin Yahya merupakan kakek dari Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan. Beliau lahir hari Senin bulan Jumadil Akhir tahun 1280 H/1862 M, di Karangampel, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.
Kakek Habib Luthfi bin Yahya, Salah Satu Ulama dibalik Lahirnya NU
Beberapa hari ini warga Nahdliyyin ramai dengan hiruk pikuk kemeriahan peringatan hari lahir organisasi terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama yang genap satu abad.
Sepenggal Tips Self Control Ala Ning Imaz Lirboyo
Belakang ini, kalangan Nahdliyyin dihebohkan dengan berita di twitter yang ada keterangan (caption) kasar dan menghina terhadap salah satu Ustazah Lirboyo yakni Ning Imaz oleh akun Eko Kunthadi. Terlihat di postingan story instagram Ning Imaz @imaz, beberapa santri, teman, keluarga, bahkan netizen turut memberi dukungan.
Mengenal Syekh Tolhah Cirebon dan Perkembangan TQN di Jawa Barat
Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) ialah gabungan dari Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah. Tarekat ini didirikan Syekh Ahmad Khatib Sambas. Ia dilahirkan di daerah Kampung Dagang, Sambas, Kalimantan Barat, pada bulan Shafar 1217 H, yang bertepatan dengan tahun 1803 M dengan ayahnya yang bernama Abdul Ghaffar bin Abdul lah bin Muhammad bin Jalaluddin.
KH. Anas Abdul Jamil Buntet, Muqaddam Tarekat Tijaniyah Pertama di Jawa
Tarekat Tijaniyah didirikan oleh Abul Abbas ibn Muhammad ibn Al-Mukhtar At-Tijani. Ia lahir di ‘Ain Madi bagian selatan Aljazair pada 1150 H/1737 M. Ayahnya, Muhammad ibn Mukhtar, dikenal alim dan saleh. Ia wafat karena terjangkit penyakit menular (tha’un), ketika At-Tijani berusia 16 tahun. Ibunya, Sayyidah Aisyah binti Abdullah As-Sanusi, seorang wanita berkulit hitam dari suku Tijani. Oleh karena itu, ia disebut At-Tijani. At-Tijani dikatakan sebagai keturunan ke-21 Nabi Muhammad saw.
Kisah Syekh Abdul Malik dan Detik-detik Proklamasi
Syekh Abdul Malik memiliki nama lengkap Muhammad Ash’ad bin Muhammad Ilyas atau yang kerap disapa dengan panggilan Mbah Malik Kedung Paruk lahir pada hari Jum’at, tanggal 3 Rajab tahun 1294 H atau bertepatan pada tahun 1881 M, di Purwokerto, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Kisah Syekh Abdul Malik dan Detik-detik Proklamasi
Syekh Abdul Malik memiliki nama lengkap Muhammad Ash’ad bin Muhammad Ilyas atau yang kerap disapa dengan panggilan Mbah Malik Kedung Paruk lahir pada hari Jum’at, tanggal 3 Rajab tahun 1294 H atau bertepatan pada tahun 1881 M, di Purwokerto, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Syekh Mohamed Rajab Deeb: Peran Penting Tasawuf dalam Keluarga di Era Terbuka
Islam menganggap keluarga sebagai dasar masyarakat, yang merupakan unsur terpenting dalam membina insan yang mulia sebagaimana yang diisyaratkan dalam Qs. An Nahl ayat 72 tentang keluarga sebagai inkubator iman.