Home Artikel

Kategori: Artikel

Pos

Habib Hasyim bin Umar bin Yahya; Mendirikan Instansi Pendidikan dan Memperluas Jejak Keislaman (3)

Selain masjid, untuk menyebarkan ilmu agama Habib Hasyim juga membangun Pondok Pesantren di Kota Pekalongan. Pondok tersebut bernama Al-Inshof yang berada di sebelah Masjid Al-Nur. Keberadaan Pesantren ini menambah bersinarnya cahaya keagamaan di Kota Pekalongan, bersama pesantren-pesantren lain yang sudah berdiri sebelumnya, seperti Pesantren Kiai Khomsa di Landungsari, Pesantren Kiai Agus di Kenayagan, Pesantren Kiai Murtadho di Sampangan, Pesantren Kiai Abdul Aziz di Banyurip dan yang lainnya.

Pos

Sepenggal Tips Self Control Ala Ning Imaz Lirboyo

Belakang ini, kalangan Nahdliyyin dihebohkan dengan berita di twitter yang ada keterangan (caption) kasar dan menghina terhadap salah satu Ustazah Lirboyo yakni Ning Imaz oleh akun Eko Kunthadi. Terlihat di postingan story instagram Ning Imaz @imaz, beberapa santri, teman, keluarga, bahkan netizen turut memberi dukungan.

Pos

Mengenal Syekh Tolhah Cirebon dan Perkembangan TQN di Jawa Barat

Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) ialah gabungan dari Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah. Tarekat ini didirikan Syekh Ahmad Khatib Sambas. Ia dilahirkan di daerah Kampung Dagang, Sambas, Kalimantan Barat, pada bulan Shafar 1217 H, yang bertepatan dengan tahun 1803 M dengan ayahnya yang bernama Abdul Ghaffar bin Abdul lah bin Muhammad bin Jalaluddin.

Pos

KH. Anas Abdul Jamil Buntet, Muqaddam Tarekat Tijaniyah Pertama di Jawa

Tarekat Tijaniyah didirikan oleh Abul Abbas ibn Muhammad ibn Al-Mukhtar At-Tijani. Ia lahir di ‘Ain Madi bagian selatan Aljazair pada 1150 H/1737 M. Ayahnya, Muhammad ibn Mukhtar, dikenal alim dan saleh. Ia wafat karena terjangkit penyakit menular (tha’un), ketika At-Tijani berusia 16 tahun. Ibunya, Sayyidah Aisyah binti Abdullah As-Sanusi, seorang wanita berkulit hitam dari suku Tijani. Oleh karena itu, ia disebut At-Tijani. At-Tijani dikatakan sebagai keturunan ke-21 Nabi Muhammad saw.

Pos

Kisah Syekh Abdul Malik dan Detik-detik Proklamasi

Syekh Abdul Malik memiliki nama lengkap Muhammad Ash’ad bin Muhammad Ilyas atau yang kerap disapa dengan panggilan Mbah Malik Kedung Paruk lahir pada hari Jum’at, tanggal 3 Rajab tahun 1294 H atau bertepatan pada tahun 1881 M, di Purwokerto, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Pos

Kisah Syekh Abdul Malik dan Detik-detik Proklamasi

Syekh Abdul Malik memiliki nama lengkap Muhammad Ash’ad bin Muhammad Ilyas atau yang kerap disapa dengan panggilan Mbah Malik Kedung Paruk lahir pada hari Jum’at, tanggal 3 Rajab tahun 1294 H atau bertepatan pada tahun 1881 M, di Purwokerto, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.