Home Opini

Kategori: Opini

Pos

Inovasi dan Pelayanan Prima, Dibalik Keberhasilan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445H

Jakarta, JATMAN Online – Puncak pelaksanaan ibadah haji 1445 H/2024 M berjalan dengan baik. Tentunya kinerja Kementerian Agama RI layak diapresiasi, di tengah cuaca ekstrem di Arab Saudi yang mencapai 48 derajat Celsius, belum lagi jumlah jamaah haji Indonesia tahun ini mencapai 241.000 orang, merupakan jumlah jamaah terbesar dari yang pernah ada, semua proses pelaksanaan...

Pos

Idul Adha sebagai Lompatan Spiritualitas, Refleksi Kemanusiaan

Jakarta, JATMAN Online – Idul Adha yang kita peringati tiap tahun, adalah limpahan keberkahan dan kegembiraan yang luar biasa. Meski, pada akar sejarahnya, Idul Adha diselimuti kesedihan dari proses pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail: kepasrahan dan ketundukan paripurna kepada Allah. Setiap tahun, kita merayakan Idul Adha dengan penuh kekhidmatan. Hari raya yang juga dikenal sebagai...

Pos

Tasawuf Falsafi

Dalam kajian tasawuf, siapa yang tidak mengenal sosok besar Syekhul Akbar Ibnu Arabi. Ulama sufi yang masyhur dari Andalusia yang gemar mengembara. Dalam serial Ertugrul, Ibnu Arabi ikut mengawal perjalanan Ertugrul memimpin Daulah Utsmaniyah, di mana saat itu Muktazilah sedang berkembang pesat. Sementara di Andalusia, negerinya sendiri dikuasai paham Muktazilah yang memuja filsafat Yunani kuno....

Pos

JATMAN Menjawab Zaman

Ada yang menarik dari hasil Muktamar XII Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nadliyyin (JATMAN). Program besar JATMAN dirumuskan berupa program kerja nasional. Ini tertuang dalam garis besar program Idarah Aliyyah JATMAN 2018-2023. Bahwa problem besar ke-jam’iyyah-an salah satunya adalah melawan maraknya al-munkarat.  Ini yang bergerak sistematis di berbagai kehidupan bangsa Indonesia. Munkarat itu berbentuk...

Pos

Tanggung Jawab Itu Sendiri, Nasab Tak Menjamin

Suatu hari cucu Nabi yang amat saleh dan rendah hati, yang populer dipanggil “Al-Sajjad” tampak sedang berduka. Ia seperti sedang memikirkan sesuatu yang menggelisahkan hatinya. Pipinya basah oleh air mata yang tak terbendung. Temannya mengatakan : “Wahai, putra Husein yang mulia, cucu Ali bin Abi Thalib yang mulia dan cicit Nabi Muhammad, utusan Allah yang...

Pos

Ziarah ‘Perjalanan Politik’ Wali Songo

Wali Songo meninggalkan sejuta pelajaran. Tapi bukan perihal bagaimana ‘batu berubah jadi emas’ dan ‘jalan di atas air’. Melainkan bagaimana ‘politik Islam’ dijalankan. Wali Songo hidup di era Kerajaan Majapahit. Ini bukan pemerintahan Islam. Majapahit, diklaim sebagai pemersatu Nusantara, yang mana sebetulnya VOC dan Hindia Belanda juga mengklaim hal itu. Mereka yang membuat garis batas...

Pos

Selamat Natal dan Tahun Baru

Teks hadis man tasyabbah biqaumin fahuwa minhum, siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia tergolong kaum tersebut, seakan-akan dipaksakan berlaku umum dan universal tanpa memperhatikan asbab wurudnya sementara hadis ini disabdakan Nabi SAW saat terjadi perang Uhud untuk membedakan pasukam muslim dan muslim.

Pos

Habib Luthfi bin Yahya dan Kaum Sufi Internasional

Waktu itu, menjelang akhir tahun 2000, saya masih mondok di Ponorogo. Salah satu bacaan saya Majalah Sabili. Tahu sendiri kan, majalah ini menduduki urutan puncak majalah "Islami" paling populer di zaman itu. Saya biasanya baca majalah ini di kios buku kondang di Ponorogo, juga dipinjami salah satu guru saya.

Pos

Hasan Chabibie: Nahdlatul Ulama, Santri dan Strategi Kepemimpinan Digital  

Jakarta, JATMAN Online – Nahdlatul Ulama (NU) menjadi rumah besar bagi pergerakan dan pemikiran kaum santri. Organisasi ini menjadi ruang untuk menempa diri, menggembleng mental dan menjernihkan jiwa bagi para penggerak dan kader-kadernya. NU juga menjadi ruang untuk mengasah gagasan, dengan berbagai dialektika yang terjadi di dalamnya, organisasi ini memiliki fondasi sangat kuat sebagai organisasi yang...

Pos

Syahidnya Sang Kiai di Bulan Ramadhan

Namun sebagaimana kita saksikan kesyahidan Sang Kiai tidak membuat bangsa dan rakyat Indonesia menyerah terhadap agresi Belanda.Disinilah kita melihat semboyan sakral ‘isy kariman aumut syahidan (merdeka atau mati) diterapkan secara nyata dalam perjuangan melawan Belanda.