Sebagaimana yang dipaparkan dalam kitab “al-Anwar al-Qudsiyyah” secara ringkas sebagai berikut:
“Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili telah memberikan tugas kepada para jamaahnya (muridnya), yakni mereka akan siap untuk menerima pancaran-pancaran ilahi dan anugerah-anugerah Tuhan yang berupa hizb-hizb dan wirid-wirid yang mereka baca ketika menempuh tarekat yang lurus. Di antara jenis wirid ini adalah hizb al-Bahr yang masyhur dan tersebar. Banyak dari kalangan ulama besar mencoba menjelaskan hizb tersebut dan keutamaan-keutamaannya. Dan juga hizb al-Kabir, yang mana Syekh pernah berkata, “Barang siapa yang membaca hizb-hizb kami, dia akan memiliki apa yang kami miliki, dan melakukan apa yang kami lakukakan.”
Baca Juga: Inilah Rahasia Wirid Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili
Berikut teks arab dan artinya:
Sedangkan keutamaan Hizb Bahr adalah tergantung niat pembaca dan tergantung apa yang diinginkannya misalnya menarik segala sesuatu yang baik seperti Mahabbah, Jalbur Rizqi (menarik rizki) baik yang dzohir atau yang min ghoibillahi (rizki dari alam ghaibnya Allah Swt), menyatukan hati, penglaris, pemimpin, kewibawaan, karir, menundukkan hati semua mahluk (ditaati ucapannya) dan Mencegah dari sesuatu yang buruk dan jahat seperti menolak ilmu sihir dan sejenisnya. Juga sebagai benteng atau penjagaan dari orang-orang yang hasud, dzolim, iri, dengki, mencegah mara bahaya dan bala bencana.
Namun bagi para salik, tujuan atau kegunaan itu harus dilepaskan dari hal-hal yang berkaitan materi. Karena para salik yang sedang meniti dijalan Thoriqoh maka ia harus mulai melepaskan kedirian yang masih melekat nafsu-nafsu jasmani, yang seharusnya para salik segala sesuatu doa atau hizb yang dibaca tidak lain dan tidak bukan semata-mata untuk Allah. Karena kita meyakini ketika suatu hal diniatkan karena Allah maka Ia tidak akan membiarkan hamba-Nya dalam keadaan menderita karena dunia. Wallahua’lam
Leave a Reply