Kudus, JATMAN Online – Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan (Lakpesdam) PBNU KH Ulil Absar Abdalla mengatakan bahwa Imam Ghazali adalah kiblatnya warga Nahdlatul Ulama (NU) di bidang tasawuf. Hal ini menurutnya sudah ditegaskan dalam AD/ART (anggaran dasar/anggaran rumah tangga) NU.
“Pertama mengikuti akidah Asy’ariyah atau Maturidiyah. Kedua, mengikuti salah satu dari mazhab empat. Ketiga, mengikuti tasawuf. Dalam tasawuf ini ada dua ulama yang jadi panutan. Pertama Imam Aljunaid al-Baghdadi dan kedua adalah Imam Al-Ghazali,” kata Menantu Gus Mus ini.
Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Darusan Umum Pengajian Pitulasan, di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Rabu (27/04) malam.
- Baca Juga: Kenapa Harus Mengikuti Tarekat Mu’tabarah?
Gus Ulil menjelaskan sosok Imam Al-Ghazali memiliki peran luar biasa dalam dunia Islam. “Beliau juga menulis kitab yang bernama Ihya Ulumuddin atau Al-Ihya. Kitab ini begitu populer di kalangan santri,” ujarnya.
Imam Ghazali inilah yang membuat umat Islam di Asia Tenggara, di Indonesia, Malaysia, dan yang lainnya menjadi seperti ini karena kitabnya Ihya’ Ulumiddin.
“Ciri Islam yang dibentuk oleh Imam Ghazali adalah di tengah-tengah, moderat,” imbuhnya.
Lanjut, Gus Ulil, Kitab Ihya Ulumuddin ini mengajarkan tentang prinsip menyucikan jiwa. Kitab ini juga membahas beragam penyakit hati. Sosok Imam Al-Ghazali tidak hanya ahli tasawuf saja. Melainkan menguasi beberapa ilmu lain.
“Imam Al-Ghazali menguasi beberapa ilmu. Ada ilmu tafsir, hadis, fikih, dan nahwu sorof juga dikuasai beliau. Termasuk ilmu nonagama atau ilmu umum,” terangnya.
Menurutnya, kelebihan itulah yang menjadikan Imam Gazali sebagai sosok yang ahli di bidang ilmu lain. Seperti ilmu teologi dan filsafat.
“Ilmu lain seperti filsafat beliau itu juga paham,” tuturnya.
Gus Ulil mengingatkan agar umat Islam seperti NU tidak mudah mengkafrikan orang-orang Islam lainnya.
“Ini ciri kita sebagai umat Islam Ahlusunnah wal Jamaah an Nahdliyah. Seperti ajarannya Imam Ghazali dan imam-imam lain kita ini tidak gampang menganggap orang yang berbeda itu kafir,” ungkapnya.
Leave a Reply