Home Tanya Jawab Habib Luthfi Menjawab – Bisakah Mengenali Allah Swt (Ma’rifatullah) Tanpa Thariqah?

Habib Luthfi Menjawab – Bisakah Mengenali Allah Swt (Ma’rifatullah) Tanpa Thariqah?

Pertanyaan: Habib Luthfi yang mulia, apakah yang dimaksud al-‘arif billah? Saya pernah bermimpi bertemu Habib. Pada saat itu Habib mengajarkan kepada saya Kitab Kifayatul Atqiya’ dan Nihayatuzzein. Setelah saya buka, ternyata tercantum bait syair: Wal ‘arifuuna birabbihim hum afdhalu, min ahli far’i wal ushuli takmilan. Kemudian bisakah seseorang menjadi ma’rifat kepada Allah swt tanpa melalui thariqah.

Jawaban Habib Luthfi: Ma’rifat, mengenal Allah swt itu ada ilmunya:

Pertama, adalah ilmu tauhid. Tauhid artinya mengesakan Allah swt. Sedangkan ilmu tauhid adalah ilmu yang membahas adanya Allah swt dengan sifat-sifat-Nya, yang wajib, yang mustahil dan jaiz, serta pembuktian atas kerasulan para rasul-Nya dengan sifat-sifat mereka, yang wajib, mustahil dan jaiz.

Kedua, adalah sunnah-sunnah Baginda Nabi Muhammad saw.

Keduanya merupakan bekal kita untuk ma’rifat kepada Allah swt dan dengannya pula ma’rifat kita kepada Allah swt akan meningkat dalam bentuk pengabdian kepada-Nya. Lalu bisakah seorang mendapatkan ma’rifatullah tanpa mengikuti thariqah? Ketahuilah, untuk mengerti dan mengenal Allah swt, kita memerlukan bimbingan seseorang guru. Sulit rasanya untuk mengenal-Nya tanpa ada yang mengenalkan dan thariqah merupakan sarana bagi kita untuk kenal dan mengenal-Nya.

Mengenai makna mimpi Anda, Kitab Kifayatul Atqiya’ adalah yang dikarang oleh cucu pengarang Kitab Fathul Mu’in, yaitu kitab Zainuddin al-Malibari. Sedangkan Kitab Nihayatuzzein adalah karya ulama besar Indonesia, Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar al Bantani. Dua kitab itu sangatlah populer dan di dalam Kitab Nihayatuzzein diterangkan beberapa fadhilah (keutamaan) tentang keistimewaan orang yang menjalankan shalat dan sebagainya.

Namun, walaupun mimpi itu benar, alangkah baiknya Anda meminta ijazah secara syari’at, dalam keadaan nyata, kepada tokoh ulama setempat yang mumpuni dalam 2 (dua) kitab tersebut. Sehingga pemahaman Anda terhadap apa yang ada dalam kedua kitab tersebut tidak berdasarkan pada sebuah mimpi.

Sumber: Umat Bertanya Habib Luthfi Menjawab

Leave a Reply

Your email address will not be published.