Tunisia, JATMAN Online – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunisia mengadakan kegiatan kajian tasawuf Imam Abu Hasan Al-Syadzili untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang mayoritas mahasiswa Universitas Zaitunah.
Turut hadir salah satu ulama terkemuka, Syekh Shalahuddin al-Mistawi untuk menyampaikan presentasi tentang “Imam Abul Hasan al-Syadzili: Kehidupan, Tasawuf, dan Murid-Muridnya.”
Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, menyampaikan pentingnya para mahasiswa mengenal lebih dekat sosok Imam Abul Hasan al-Syadzili yang pengaruhnya sangat luas di dunia Islam, khususnya Indonesia.
“Imam Abu Hasan al-Syadzili adalah kekasih Allah (waliyullah) yang pengaruhnya sangat besar di dunia Islam, khususnya Indonesia.” tulis Zuhairi Misrawi dalam akun facebooknya, Rabu (3/8).
Dubes RI yang juga dikenal sebagai Cendekiawan Nahdlatul Ulama ini mengatakan hizib-hizib Imam Abu Hasan Al-Syadzili dibaca dan dijadikan sebagai obor penyejuk dan penenang hati, sehingga umat Islam mempunyai spiritualitas yang tercerahkan
“Saya pribadi sejak masih santri kerap membaca hizib-hizib Imam Abul Hasan al-Syadzili, khususnya hizb bahr dan hizb nashar. Tunisia menjadi sangat spesial, karena dari bukit “Syadzul”, Imam Abul Hasan al-Syadzili mendapatkan ilham perihal hizib-hizibnya hingga terbentuk 40 murid setia yang menyebarluaskan ajaran tasawufnya ke seantero dunia, di antaranya ke Indonesia”, jelasnya.
Dubes RI kelahiran Sumenep, Madura ini juga menyampaikan perlunya para mahasiswa Indonesia mengenal dan memahami pemikiran Imam Abu Hasan al-Syadzili, sehingga dapat mengambil pelajaran dan inspirasi dari sosok sufi dan wali besar ini.
“Saya ingin agar setiap mahasiswa Indonesia di Tunisia dapat mengenal dan memahami pemikiran wali besar ini.” Ujarnya.
Tasawuf dan tarekat, lanjutnya, merupakan salah satu khazanah Islam yang menjadi bagian penting dalam pembentukan moderasi beragama.
“Saya sangat terkejut dan bangga, karena rupanya salah satu buku penting yang dibacakan Syaikh Shalahuddin al-Mistawi, yaitu Tanwir al-Ma’ali fi Manakib al-Syaikh ‘Ali Abil Hasan al-Syadzili, karya ulama Nusantara, Syaikh Dalhar bin Abdurrahman, Watucongol, Muntilan, Mangelang. Hal ini membuktikan, bahwa pengaruh tarekat Syadziliyah sangat besar di Tanah Air”, pungkasnya
Sementara itu, Syekh Shalahuddin al-Mistawi menyampaikan, sosok Imam Abu Hasal al-Syadzili merupakan sosok penting di dunia Islam, karena mampu membukakan gerakan ihsan yang menjadi basis dari tasawuf.
Imam Abu Hasan al-Syadzili, lanjutnya, mengajarkan kepada kita pentingnya ihsan yang akan melahirkan cinta dan kasih-sayang kepada sesama. Cinta kepada Tuhan dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam merupakan energi untuk membumikan cinta kepada sesama.
“Dari Imam Abul Hasan al-Syadzili, kita dapat mempelajari pemikiran murid-muridnya, Said al-Mursi, Ibnu ‘Athaillah al-Skandari, ‘Izzuddin bin ‘Abdussalam. Khazanah tarekat Syadziliyah telah membentuk wajah Islam yang moderat dan toleran”, ungkapnya.
Leave a Reply