Jakarta, JATMAN Online – Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (Infokom MUI) Drs. KH. Mabroer M.S menjelaskan kata ‘mujahid’ dalam program Pelatihan Produksi Konten Mujahid Digital Millenial MUI Pusat di Hotel Sofyan Cut Mutia, Rabu (16/11).
“Kata ‘mujahid’ ada di dalam al-quran “wajahidu biamwalikum wa anfusakum,” kata Mabroer kepada wartawan, Sabtu (16/11)
Ia menuturkan mujahid merupakan misi suci dan sakral namun ada beberapa orang yang mengaburkan esensi makna jihad.
“Melalui dunia digital ada pendistorsian makna jihad yang sebenarnya dan perlu dipahami jihad itu bukan hanya untuk perang saja,” ujarnya.
Menanggapi fenomena itu, Mabroer mengharapkan dengan pelatihan produksi konten mujahid digital milenial bisa mengembalikan makna Jihad secara komprehensif.
“Supaya tersampaikan ke masyarakat soal transformasi digital yang islam washatiyah, kami mengadakan pelatihan selama dua hari ini,” jelas Mabroer.
Sekretaris Panitia Pelatihan Mujahid Digital Milenial Jafar Shodiq juga mengharapkan kegiatan ini membantu mensyiarkan dakwah islam washatiyah di dunia digital.
“Kegiatan ini merupakan ikhtiar kami untuk berkontribusi mendakwahkan islam washatiyah (islam moderat),” pungkasnya.
Diketahui, peserta pelatihan yang hadir sebanyak 47 peserta dari perwakilan MUI se-jakarta dan dari kampus se-jabodetabek.
Pewarta:Warto’i
Editor: Arip Suprasetio
Leave a Reply