Home Berita Kiai Zakky Mubarak Ungkap Maksud Berpuasa Setelah Berbuka

Kiai Zakky Mubarak Ungkap Maksud Berpuasa Setelah Berbuka

Jakarta, JATMAN Online – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr. KH. Zakky Mubarak, MA mengungkapkan bahwa setelah melewati bulan Ramadan, sebaiknya seseorang terus membiasakan kebiasaan ketika di bulan tersebut.

“Setelah kita melaksanakan puasa di bulan Ramadan, kita berbuka atau berlebaran di hari Raya Idul Fitri. Selanjutnya, kita harus membudayakan nuansa Ramadan dalam kehidupan sehari-hari di bulan-bulan berikutnya sampai Ramadan yang akan datang,” tulis Kiai Zakky diakses JATMAN Online, Kamis (25/5/2023) dalam akun facebook Zakky Mubarak Syamrakh.

“Kita melanjutkan puasa setelah berbuka, yaitu dengan melaksanakan puasa-puasa sunnah. Puasa sunnah yang diperintahkan kepada kita cukup banyak, antara lain puasa hari Senin dan Kamis, puasa tiga hari setiap bulan atau Ayyamul Bidh, puasa 6 hari di bulan Syawal, peningkatan jumlah puasa di bulan-bulan haram, dan peningkatan jumlah puasa di bulan sya’ban, dan sebagainya,” tambahnya.

Kiai Zakky menjelaskan hakikat dari ibadah puasa adalah al-Imsak atau menahan diri dari segala hal yang tercela. Puasa yang bersifat lahiriyah mudah dilaksanakan oleh kaum muslimin, yaitu meninggalkan makan, minum, dan bercampur dengan istri dari fajar sampai Maghrib dengan tujuan memperoleh keridhaan Allah.

Hakikat puasa atau puasa ruhaniyah dirasakan lebih berat, yaitu menahan diri dari makan yang berlebihan, minum berlebihan, pola hidup berlebihan, menahan diri dari hal-hal yang tercela.

“Pada hakikatnya, ketika seorang muslim berbuka di waktu Maghrib, maka harus dilanjutkan dengan puasa ruhaniyahnya, yaitu tidak berlebihan dalam hal makan, minum, tidak melakukan perbuatan sia-sia, dan meninggalkan segala hal yang tercela,” kata Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU) itu.

Dosen Senior Universitas Indonesia ini mengataakan berpuasa dalam pengertian hakikat ini meskipun berat, tapi setiap orang muslim harus berlatih untuk melaksanakannya dengan baik.

“Dalam bulan Ramadan kita melaknakan Shalat Taraweh atau Qiyam Ramadan, maka di bulan-bulan lain, kita melaksanakan shalat Tahajjud. Pada bulan puasa kita terbiasa bangun untuk sahur, maka kebiasaan itu tetap dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya untuk melaksanakan tahajjud, witir, istighfar, dan berdoa sampai menunggu waktu subuh,” jelasnya.

 Kiai Zakky mengingatkan di bulan Ramadan kita mengadakan tadarus, Qiraatul Qur’an, kajian-kajian keagamaan, kegiatan itu harus dilanjutkan di bulan-bulan berikutnya. Pada bulan Ramadan kita banyak berinfak dan bersedekah, maka kebiasaan itu harus dipraktekkan pada bulan-bulan berikutnya.

“Banyak lagi kebaikan-kebaikan yang dilaksanakan di bulan Ramadan yang harus kita lestarikan pada bulan-bulan berikutnya, sampai Ramadan yang akan datang. Inilah yang dimaksud dari ‘berpuasa setelah berbuka’,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.