Tunisia, JATMAN Online – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2022, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tunisia mengadakan Webinar dengan tema “Fikih Peradaban” yang merupakan buah wacana dan gagasan besar Jam’iyyah Nahdlatul Ulama menjelang usianya yang akan menginjak satu abad, sekaligus launching berdirinya NU Care-LazisNU di Tunisia.
Ketua LazisNU Tunisia, Ahmad Tamami menjelaskan NU Care-LazisNU Tunisia adalah sebagai wadah untuk belajar, berkhidmah, dan hidup bersosial. Sebagaimana yang menjadi salah satu Visi & Misi dari pada wujud LazisNU yaitu untuk menjadikan sebuah lembaga pengelola dana masyarakat, seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, Corporate Social Responsibility (CSR) dan lainnya.
“Yang mana fungsinya akan didayagunakan secara amanah dan profesional untuk kemandirian umat. Serta mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengeluarkan zakat, infak, sedekah dengan secara rutin. Sebab, pada prinsipnya zakat itu hanya sebagai washilah, namun ghayahnya adalah demi kesejahteraan umat manusia,” ujarnya.
Ahmad Tamimi menyampaikan semoga dengan adanya LazisNU yang berdomisili di Tunisia, mampu memberikan kemanfaatan bagi khlayak, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan dan mengentaskan ketimpangan sosial.
“Kami memiliki program-program unggulan yang masih mengacu kepada LazisNu pusat, di antaranya memfasilitasi KOIN NU, Zakat, Qurban, Program Beasiswa Pendidikan bagi Mahasiswa/Pelajar Indonesia yang tidak mampu,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan LazisNu ini juga bisa memberikan inspirasi untuk negara Tunisia. Pasalnya, di negara Tunisia sendiri belum ada lembaga resmi yang menjadi wadah menghimpun dan mengelola dana zakat atau wakaf.
“Mudah-mudahan ini akan membawa keberkahan untuk kita semua, khususnya bagi warga Nahdliyin dan umat Islam umumnya. Pungkas Ahmad Tamami dalam sambutannya,” ungkapnya.
Turut hadir Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Tunisia (LBBP) K.H Zuhairi Mishrawi yang sekaligus menjadi salah Mustasyar dan sosok yang mendorong PCINU agar mendirikan LazisNU di Tunisia, dalam kesempatan ini ia bertindak sebagai Opening Speech juga Keynote Speaker untuk memantik tema Fikih Peradaban yang akan dibahas oleh dua narasumber tokoh Nahdlatul Ulama yaitu Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, KH. Ulil Abshar Abdalla dan Ketua Pengurus Pusat NU Care-LazisNU Habib Ali Hasan Al Bahar.
Pewarta: M.Yusril Muna (Mahasiswa Indonesia di Tunisia)
Editor: Arip Suprasetio
Leave a Reply