Ilmu secara bahasa adalah mengetahui, pengetahuan. Allah Swt. memiliki sifat Al-‘Ilm, berarti Yang Maha Mengetahui. Adapun pengetahuan manusia dan Allah dalam hal ini sangat jauh berbeda. Bagi manusia, pengetahuan adalah sesuatu yang dapat diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Sedangkan bagi Allah, pengetahuan tidak memerlukan pengamatan akal, karena Allah lah sang pencipta akal. Semua perkara sudah Allah ketahui, sebelum dan sesudahnya juga sebab dan akibatnya.
Aplikasi ilmu bagi manusia sangat terbatas, sehingga tidak semua ilmu dapat dimanfaatkan dengan baik. Dalam hadis Nabi Muhammad Saw., salah satu yang dapat terus mengalirkan pahala bagi manusia adalah ilmu yang bermanfaat. Artinya, jika ada ilmu yang bermanfaat, ada pula ilmu yang tidak bermanfaat.
Dalam kitab Tanbihul Ghafilin dijelaskan, ada 5 hal yang bisa mengakibatkan ilmu tidak manfaat, yaitu:
1. Allah telah memberikan kenikmatan, namun ia tidak bersyukur
Dalam Surat Ibrahim ayat 7, Allah Swt. telah berfirman jika Dia akan menambahkan rizki hamba-Nya jika hamba-Nya tersebut bersyukur ketika diberi kenikmatan. Sebaliknya, jika kenikmatan itu diingkari, maka Allah akan memberikan siksaan yang pedih.
Namun sebelum siksaan yang sesungguhnya muncul, Allah Swt. terlebih dahulu mengambil sedikit demi sedikit yang ia terima. Allah mulai dengan menghilangkan keberkahan dalam hidupnya. Ketika seorang hamba sibuk mengumpulkan harta, ia justru lupa untuk mengamalkan ilmu yang ia punya, sehingga ilmu yang ia dapat hanya akan seperti angin. Terlewat begitu saja.
2. Ketika ia berbuat dosa, ia tidak meminta ampun
Meminta ampun kepada Allah Swt. adalah pengakuan bahwa seorang hamba telah melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Karena sifat-Nya, Al-‘Afuw dan Al-Ghafur, Allah Swt. akan menghapuskan semua dosa-dosanya yang telah lalu. Namun ketika seorang hamba telah berbuat dosa namun ia tidak meminta ampun kepada Allah Swt., sesungguhnya ia termasuk orang yang sombong. Sehingga, ia akan terus-menerus berbuat dosa dan tidak berguna ilmu-ilmunya karena disibukkan oleh dosanya.
3. Ia tidak mengerjakan apa yang telah ia ketahui/pelajari
Setiap umat Islam diwajibkan menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat. Dalam rentan waktu tersebut, tentu banyak sekali ilmu-ilmu yang diperoleh, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Ilmu-ilmu yang didapatkan itu, sejatinya dipelajari untuk diamalkan untuk dirinya sendiri dan bisa ajarkan untuk orang lain. Jika seorang hamba membiarkan ilmu tersebut terhenti hanya pada akalnya saja, maka ilmu tersebut tidak akan berkembang dan lama-lama akan mati. Itulah yang menyebabkan ilmunya tidak bermanfaat.
4. Ia hidup bersama orang-orang mulia tapi tidak mau mengikuti perilaku mereka
Tanpa disadari, hidup bersama orang-orang yang mulia sebetulnya adalah hidayah dari Allah Swt. Melalui berkumpul bersama mereka, seorang hamba seharusnya terhipnotis untuk mengikuti tingkah laku mereka sehari-hari. Secara langsung, orang tersebut sudah mendapatkan ilmu. Tapi mereka membatasi diri untuk menerima ilmu tersebut. Inilah yang menyebabkan ilmunya tidak bermanfaa
5. Mengubur orang meninggal tetapi tidak mengambil pelajaran dari orang yang sudah meninggal
Hukum mengubur orang meninggal adalah Fardlu KIfayah. Di dalamnya terdapat ibrah sebagai pengingat kematian. Jika seseorang muslim telah menguburkan orang yang meninggal namun tidak menjadikan dirinya lebih baik lagi, berarti ia telah melalaikan pengetahuannya. Sehingga secara tidak langsung pengetahuannya dalam hal ini sia-sia dan tidak manfaat untuk dirinya sendiri.
Leave a Reply