Home Berita Menag RI: Santri Bisa Jadi Apa Saja Asal Berusaha

Menag RI: Santri Bisa Jadi Apa Saja Asal Berusaha

Jakarta, JATMAN Online – Menteri Agama RI H Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan santri bisa menjadi apa saja asal berusaha. Peringatan Hari Santri adalah penghargaan yang diberikan negara kepada para santri terdahulu dan santri yang berjuang untuk Indonesia.

“Kita semua ini bagian menikmati perjuangan santri pendahulu. Jangan kita merasa paling istimewa dan minta diistimewakan. Santri kalau mau berdaya maka harus berusaha. Santri bisa menjadi apa saja, bisa menjadi pengusaha. menteri, wakil presiden, hingga jadi presiden,” kata Gus Yaqut.

Hal tersebut disampaikan Gus Yaqut Cholil Qoumas saat memberi sambutan dalam acara Shalawat Kebangsaan pada malam puncak peringatan Hari Santri Nasional 2022 di Ballroom Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, yang disiarkan langsung melalui YouTube Pendis Channel dan YouTube Kemenag RI, Sabtu (22/10/2022) malam.

Putra KH Cholil Bisri Rembang ini menjelaskan hari santri adalah penghargaan yang diberikan pemerintah bukan untuk santri masa kini. Tapi, penghargaan yang diberikan oleh negara kepada para santri pendahulu yang ikut berjuang memerdekakan Indonesia.

“Santri tidak bisa hanya cukup berbangga hati dengan apa yang dulu diperjuangkan oleh santri yang memerdekakan negara ini. Santri bisa menjadi apa saja. Tetapi, harus berjuang asalkan tidak terburu-buru,” ujar Gus Men, panggilan akrabnya.

Menag berpesan kepada para santri bahwa tugas utama santri itu adalah mengaji dan belajar dengan baik. Tugas itulah yang akan menghantarkan santri mencapai cita-cita.

“Santri jadi presiden ada Gus Dur, santri jadi Wapres ada KH Ma’ruf Amin. Malam ini kita peringati hari santri sebagai pengingat bahwa hari santri ini adalah pengakuan negara atas santri terdahulu. Hari Santri berawal dari resolusi jihad. Tugas kita sebagai santri adalah mengaji dan belajar dengan benar, ” ucap Ketua Umum PP GP Ansor ini.

“Kita melanjutkan perjuangan itu dengan terus berbakti kepada bangsa dan negara. Ini penting karena munculnya Hari Santri berawal dari Resolusi Jihad yang dulu difatwakan oleh KH Hasyim Asy’ari. Semangat santri akan mampu menanggung beban yang tidak ringan,” ungkapnya.

Tema Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan dipilih karena santri harus menjaga martabat kemanusiaan dengan cara yang paling mudah yakni mempertahankan negara dari gangguan pihak luar. Peringatan Hari Santri 2022 menjadi pengingat bahwa perjuangan masih panjang dan negara membutuhkan perjuangan santri.

Turut hadir Hadir dalam Shalawat Kebangsaan Malam Puncak Hari Santri 2022, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan MenPANRB Azwar Anas serta mengisi tausiyah Ustadzah Mumpuni Handayayekti dan KH. Anwar Zahid.

Leave a Reply

Your email address will not be published.