Jakarta, JATMAN Online – Pasca pidato Presiden RI Jokowi dalam forum pelantikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027 di Balikpapan Kalimantan Timur beberapa hari lalu, nama Ainun Najib menjadi ramai diperbincangan tanah air. Pemuda asal Gresik itu diminta langsung oleh Jokowi untuk ‘Pulang Kampung’ agar dapat mengabdi di bidang informasi dan teknologi (IT) di Indonesia. Ainun bisa berkiprah lebih baik di dalam negeri dan membantu Nahdlatul Ulama dalam menjalankan transformasi digital organisasi.
Ainun Najib lahir di Gresik, Jawa Timur, 20 Oktober 1985. Penampilannya sangat sederhana dan bersahaja. Selain menjadi Ahli IT di Singapura, Ainun merupakan inisiator KawalCovid-19. Situs informasi seputar pandemi di Indonesia. Ia menerima anugerah People of The Year dari Metro TV pada kategori Patron of Development Partnership atau Teladan dalam Kemitraan Pembangunan, pada 24 November 2021. Kemudian, pada 2019 juga menggagas, Kawalpemilu.org sebagai situs independen pemantau hasil pemilu.
Dilansir dari Times Indonesia, Menurut sang Ayah, H Abdul Rozaq, kemauan yang tinggi sudah terlihat secak kecil ketika mengenyam pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah Ganggang Balongpanggang.
“Sejak kelas 5 SD sudah menunjukan kebiasaan positif, salahsatunya adalah rasa penasaran dan rasa ingin tahu yang tinggi,” katanya pada Rabu (02/02).
Abah Rozaq menyatakan, Ainun belajar langsung ilmu agama dari sang ayah yang juga tokoh agama di Desa Klotok Kecamatan Balongpanggang. Tak hanya itu, Ainun juga dibiasakan untuk Tirakat, suatu upaya spiritual seseorang dalam upaya mencapai sesuatu. Tirakat yang dilakukan adalah Shalat Tahajud dan Puasa Dawud.
“Dibiasakan tirakat sejak kecil, Puasa Dawud dan Shalat Tahajud,” terangnya.
Setelah lulus dari madrasah ibtidaiyah, Ainun selanjutnya meneruskan pendidikan formal di SMPN 1 Balongpanggang. Lulus dari sana, dia melanjutkan ke SMAN 5 Surabaya, Jawa Timur.
Di SMA favorit Surabaya itu, Ainun mampu mempertahankan prestasi, utamanya bidang IT. Bahkan, ia meraih penghargaan honorable mention setelah menjadi anggota tim Indonesia dalam Olimpiade Informatika Asia Pasifik 2003.
“Selain itu Ainun juga mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasinya di setiap jenjang pendidikan yang dijalani, dia hobinya baca buku,” ujarnya, menambahkan.
Segudang prestasi di SMAN 5 Surabaya itu mengantarkan Ainun berkuliah di Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura, jurusan Teknik Komputer.
Setelah lulus dari NTU, ia bergabung dengan sebuah perusahaan yakni IBM Singapura, sebagai software engineer (teknisi perangkat lunak). Kemudian, Ainun menjabat sebagai konsultan senior di sana hingga saat ini.
Terkait permintaan Presiden RI Jokowi ke Ainun agar bisa mengabdi di tanah air, Rozaq cukup bangga. Namun, semua keputusan sepenuhnya ada pada Ainun.
“Kami mendukung, tapi sepenuhnya keputusan ada pada dia, sebab yang menjalani adalah dirinya beserta keluarganya,” ujarnya menanggapi permintaan Presiden RI Jokowi.
Leave a Reply