Siapa kita ? Muharrik
Siapa kita ? Muharrik
Siapa kita ? Muharrik
Bahagia….Sukses…berkah…..Mulia
Jargon atau yel-yel penyemangat yang memberikan kesan membekas pada saya, ketika hari pertama mengikuti pelatihan ”TOT Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama” pada tanggal 19 – 20 Desember 2020 bagi kader Lembaga Takmir Masjid se kabupaten Bogor.
Anda mungkin bertanya-tanya ketika membaca tulisan ini, apa sih Muharrik itu ? Bukan hanya anda saja, saya pun belum tahu persis apa itu Muharrik. Nah ketika saya iseng membaca buku Panduan yang dibagikan panitia, Muharrik berasal dari kata : ‘ha ra ka’ yang membawa makna gerak, bergerak. Muharrik adalah orang yang menggerakan/penggerak, jadi muharrik Masjid yaitu orang yang kerjanya mengatur dan motor yang menggerakkan para Takmir di Masjid-masjid.
Dari pengertian tersebut, betapa menantang tugas dan tunggung jawab sebagai penggerak yang akan memberikan saran, cara dan teknik penerapan pengelolaan masjid dengan benar sesuai tujuannya yaitu sebagai pusat pemberdayaan umat berbasis masjid.
Maka, menjadi suatu keniscayaan bahwa setiap muharrik harus bisa menjadi role model, kalau saya ambil istilah dari bapak pendidikan kita Ki Hajar Dewantara :
Ing Ngarsa Sung Tulada
Ing Madya Mangun Karsa
Tut Wuri Handayani
Setidaknya ada tiga prinsip seorang Muharrik yang harus dimiliki yaitu; Pertama, harus bisa terdepan menjadi uswah, suri tauladan dalam segala aspek dan sepak terjangnya. Segala olah pikiran, ucapan dan tindakan selalu sejalan. Sehingga akan bisa menjadi contoh dan acuan buat Takmir maupun jama’ah. Muharrik senantiasa dirindukan kehadirannya dan banyak memberikan manfaat dalam setiap tindakannya.
Kedua, seorang Muharrik tidak sekedar perintah-perintah atau “omdo”, namun harus turut terlibat dan turun gunung bersama Takmir dan jama’ah dalam mewujudkan program-program yang telah dicanangkan.
Ketiga, seorang Muharrik hendaknya bisa menjadi inspirator, penyemangat dan motivator bagi Takmir dan jama’ah untuk senantiasa istiqomah mewujudkan program-program masjid. Tidak ada yang sempurna ketika program direalisasikan, kadang ada kendala dan kekurangan disana-sini. Disinilah perlunya seorang Muharrik yang bijak dalam memandang dan menyikapi kendala atau masalah. Biasakan untuk fokus kapada solusi tanpa menyalahkan siapa pun. Jadilah seorang problem solver, sehinga rintangan dan hambatan bisa dilalui dengan hati gémbira solusi mudah didapatkan.
Dengan 3 ( tiga ) prinsip tersebut, hendaknya para Muharrik dalam menjalankan tugas dan tunggung jawabnya dengan hati gembira Dikerjakan dengan sungguh-sungguh, sabar dan konsisten, maka ke-sukses-an sudah menunggu di depån kita.
Bahagia dan sukses akan berdampak pada sikap, prilaku dan tindakan kita. Semakin banyak yang bisa kita perbuat, akan semakin banyak jama’ah yang akan memetik manfaat dari tindakan kita. Disitulah ke-berkah-an yang akan menghantarkan pada ke-mulia-an kita. Al Harakatu Barokah….dari RumahNya, kita Makmurkan BumiNya.
Laporan: Makhsun Maxy, MM, CPC, MNLP
Leave a Reply