Mengenal KH Abdul Hamid Pasuruan, Waliyullah Bertabur Karamah

Mbah Hamid lahir pada tahun 1333 H, di Desa Sumber Girang, Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Masa pendidikannya ditempuh di beberapa lembaga, seperti Pesantren Talangsari, Jember; Pesantren Kasingan, Rembang, Jateng; Pesantren Termas, Pacitan, Jatim, dan berakhir menjadi khadim di Pesantren Salafiyah, Pasuruan. Kesabarannya memang diakui tidak hanya oleh para santri, tapi juga oleh keluarga dan masyarakat serta umat islam yang pernah mengenalnya. Sangat jarang ia marah, baik kepada santri maupun kepada anak dan istrinya. Kesabaran Kiai Hamid di hari tua, khususnya setelah menikah, sebenarnya kontras dengan sifat kerasnya di masa muda. “Kiai Hamid dulu sangat keras,” kata Kiai Hasan Abdillah. Kiai...

Catat! Agenda Haul KH. Abdul Hamid bin Abdullah Umar Pasuruan

Pasuruan, JATMAN Online – Kiai Hamid Pasuruan lahir pada tahun 1333 H, di Desa Sumber Girang, Lasem, Rembang, Jawa Tengah dan wafat pada 25 Desember 1985. Beliau di Makamkan di sebelah selatan masjid al Anwar Pasuruan, dengan ciri makam berpagar kalimah “Allah” sebelah timur dua makam Habib Jakfar bin Syaikhon Assegaf dan Habib Abdul Kadir Assegaf (Ayah Habib Taufiq bin Abdul Kadir Assegaf). Sekedar informasi bahwa dalam waktu dekat ini, Kota Pasuruan akan diramaikan dengan peringatan Haul ke-43 ulama kharismatik tersebut, Berikut ini adalah rangkaian agenda Haul KH Abdul Hamid yang akan berlangsung pada tanggal 13-14 September mendatang: 1. Jumat,13...

Eksistensi Rabitha Kepada Murysid dalam perspektif Tasawuf

Dalam perjalanan ruhani seorang murid tidak akan mampu Wushul kepada Allah tanpa seorang mursyid/syekh al-mukamil. Sebab tarekat suluk merupakan perjalanan dalam menempuh gaibnya kegaiban. Ibarat sebatang pohon apabila tumbuh dengan sendirinya tanpa ada orang yang menanamnya, maka tidak ada seorangpun yang bakal memanfaatkan buahnya sekalipun tumbuh bersemi dan daunnya rindang, bahkan bisa jadi tidak berbuah utk selamahnya. Coba anda perhatikan wahai saudaraku, Rasullullah Shallallahu Alayihi Wassalanlm, bagaimana dengan Malaikat Jibril As yang menjadi perantara beliau dengan Allah dalam menyampaiian wahyu. Dengan demikian, menjadikan mursyid/guru ruhani adalah suatu kewajiban bagi murid yang tidak bisa ditinggalkan. Maka oleh karena itu, wajib seorang...

Kiai Zakky Mubarak Ungkap Cara Hindari Diri dari Penyakit Riya

Jakarta, JATMAN Online – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr. KH. Zakky Mubarak, MA mengungkapkan cara menghindari diri dari penyakit riya. Kiai Zakky Mubarak menjelaskan setiap orang yang melakukan kegiatan, pasti memiliki tujuan dan target yang ingin dicapai. Apabila tujuan itu diarahkan agar memperoleh pujian dari orang lain atau ingin selalu dilihat kebaikannya dan dia tidak melakukannya dalam rangka mencari keridhoan Allah, maka hal itu berarti riya. Dosen Senior Universitas Indonesia ini memaparkan bahwa riya merupakan penyakit Rohani yang dapat menodai aqidah seseorang. “Betapa banyaknya amal yang dilakukan seseorang apabila disertai dengan riya, maka amal kebajikannya itu akan terhapus, tidak...

Kiai Zakky Jelaskan Iri Hati Bagian dari Penyakit Kejiwaan

Jakarta, JATMAN Online – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr. KH. Zakky Mubarak, MA menjelaskan bahwa iri hati merupakab bagian dari penyakit kejiwaan. Kiai Zakky menyampaikan sikap dengki atau iri yang diistilahkan dalam literatur agama dengan kata hasad, adalah merupakan perilaku yang sangat tercela. Ia akan mencampakkan pelakunya pada kehidupan yang sangat menderita baik di dunia maupun di akhirat. “Sikap hasad atau dengki pengertianya secara sederhana, adalah kita merasa senang atau gembira apabila ada orang lain yang menderita atau celaka. Atau kita merasa jengkel dan sedih apabila ada orang lain yang meraih kebahagiaan dan kesuksesan,” tulis Kiai Zakky dalam...

Solusi Tasawuf untuk Mengatasi Konflik: Saran untuk PBNU dan JATMAN

Saat ini kita menghadapi konflik banyak sekali di organisasi ulama yang juga organisasi aswaja di Indonesia. PKB-PBNU, Banser-Garda Bangsa, habaib vs kiai-kiai, dan baru saja kita saksikan sebagian ulama JATMAN ke PBNU.  Dalam sebagian besar konflik ini kita saksikan saling ancam di medsos, show of force pengerahan masa, ghibah di medsos, saling mengintimidasi dengan menyatroni markas, membunuh karakter pihak yang berbeda, menggerakkan akar rumput untuk melakukan serupa, melupakan bahwa beliau adalah saudara kita, orang tua kita atau sesepuh kita.  Cara-cara mengatasi konflik seperti diatas sangat tidak tepat, jauh dari akhlakul karimah. Kita menyadari konflik banyak karena adanya disrupsi digital dan...

Berikan Ceramah Kebangsaan di Polda Jatim, Habib Luthfi Tekankan Cinta Tanah Air

Surabaya, JATMAN Online – Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (JATMAN) Maulana Habib Luthfi bin Yahya memberikan ceramah kebangsaan di Polda Jawa Timur, Suarabaya, Jawa Timur, pada Rabu (04/09/2024). Acara yang dikemas dalam bentuk Jawa Timur Bersholawat dan Doa Bersama tersebut dihadiri oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), Forkopimda dan para pejabat utama Polda Jatim, serta para tokoh agama Jawa Timur. Habib Luthfi dalam tausyiahnya memberikan ilustrasi bahwa mencintai tanah air ibarat zakat yang diwajibkan bagi orang yang mampu....

Kisah Awal Diangkatnya Habib Luthfi Memimpin JATMAN

Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) merupakan badan otonom yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang beranggotakan tarekat-tarekat muktabarah di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada Juli 1979 M bertepatan dengan Rajab 1399 H. Secara harfiah, JATMAN ini berarti kumpulan para pengamal tarekat muktabarah NU. Dikutip dari NU Online pada artikel yang berjudul Kisah Awal Diangkatnya Habib Luthfi Memimpin JATMAN, Pendiri JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah) ada 5 orang kiai. Dua di antaranya adalah KH Masykur dan KH Idham Chalid. Tiga lainnya adalah KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, dan KH Muslih Mranggen. Al-Quthb Syekh Muhammad Amin...