Agama itu diibaratkan jasad manusia, tubuh dan anggota luar maupun dalamnya adalah seperti syari’at, hatinya adalah aqidah sementara darahnya seperti tarekat, semuanya saling berkait dan menguatkan. Karena itulah agama menjadi penting, dan perlu kejelasan. Bukan menguatkan identitas, tetapi lebih bagaimana penerapan substansi agama yang selalu mengarahkan manusia agar selamat dunia akhiratnya. Dalam perspektif madzhab ahli Sunnah wal Jama’ah, tarekat adalah bagian yang tak terpisahkan dari agama. Lemah jika beragama tanpa tarekat, bahkan cenderung hanya menunaikan kewajiban semata. Apalagi beragama tanpa dasar ilmu dan tidak bermazhab, yang ada tekstualis dan mengarah pada fundamentalis, akhirnya agama menjadi kaku dan terlihat dangkal. Sebab cara beragama model...
Riwayat Syekh Nasidan bin Aidan, Sang Waliyullah dari Panongan Tangerang
Mengenali Jejak Sang Wali Bermula dari peristiwa yang dialami oleh KH. Hafis Gunawan, pengasuh Pesantren Miftahul Khaer Curug Tangerang. Suatu malam ulama yang akrab disapa Abi Hafis bermimpi dituntun untuk mengenali leluhurnya yang ternyata dimakamkan tidak jauh dari tempat tinggalnya di Kampung Kebon Pasiripis Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang atau sekitar 150 meter dari Pesantren Miftahul Khaer II yang ia bina. Situasi kebatinan yang dirasakan Abi Hafis terkait petunjuk untuk membabat lahan yang masih alas dan penuh semak belukar, ular-ular tanah yang puluhan jumlahnya itu rupanya menumbuhkan kesadaran untuk kemudian menggali lebih detail lahan yang diduga adalah kuburan...
Harap Keberkahan, Ponpes Raudlatul Muhtadin Semarang Gelar Ijazah Manaqib
Semarang, JATMAN Online – Pondok Pesantren Raudlatul Muhtadin Banjaran Ngaliyan Kota Semarang menggelar Ijazah Manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani. Kegiatan ini bertepatan dengan Harlah Pondok Pesantren yang ke-2 diikuti oleh 58 orang bertempat di Aula Ponpes Raudlatul Muhtadin banjaran Ngaliyan, Minggu (1/1/2023). Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muhtadin Kiai Muhammad Taufiq menuturkan, kegiatan ijazah manaqib bertujuan untuk mengharap keberkahan dari Syaikh Abdul Qadir al Jailany RA. “Kita mengadakan kegiatan ini karena di pondok ini cikal bakalnya dari jamaah manaqib yang sudah istiqomah sebelum adanya pondok pesantren,” ujar Kiai Taufiq. Adanya Ijazah Manaqib juga, lanjut Kiai Taufiq, untuk menyiarkan Manaqib kepada berbagai kalangan masyarakat....
Sejauh Mana Kita Mengenal Tokoh-Tokoh Aswaja di Tanah Kei?
Beberapa pekan lalu saya mengunjungi Tete Usman Difinubun. Ia adalah salah satu orang tua yang masih mempertahakan nilai-nilai aswaja agar tetap hidup di kalangan anak muda Kei. Berbagai pertanyaan saya kemukakan kepadanya tentang mengapa anak muda lebih tertarik mengenal tokoh dunia barat ketimbang mengenal tokoh ulama di negeri sendiri? Sebetulnya, ada banyak ulama yang menyebarkan Islam ke tanah Kei, seperti Kiai Abdul Kadir Semarang yang membawa ilmu Tasawuf pertama di Melayamfaak, Datuk Rabbi yang membawa Ilmu Kalam dan Tasawuf pada tahun 1814-1837, bagaimana perjalanan syiar Sayyidul Habib Muhammad Bin Ali az-Zawawi al-Hasani (Habib Tripol), sejauh mana Sayyid Habib Muhammad Assegaf...
Lanjutkan Regenerasi, PW MATAN Jateng Gelar Sultan I dan Maulid Kebangsaan
Salatiga, JATMAN Online – Dalam rangka melanjutkan regenerasi kaderisasi, Pengurus Wilayah Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (PW MATAN Jateng) menyelenggarakan Suluk MATAN 1 (Sultan 1) selama dua hari di Pondok Pesantren Al-Huda Petak, Susukan, Salatiga, (24-25/120. Acara Sultan I ini di buka langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda Salatiga K.H Muhammad Maghfur. Beliau juga menyampaikan materi Aswaja dan Thoriqoh serta memberikan ijazah Sholawat Nariyah beserta kaifiyyahnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing salik-salikah. “Pentingnya berthoriqoh tidak memandang usia, sangat penting terkhusus untuk kader MATAN,” kata kiai Muhammad Maghfur. Ketua Umum PP MATAN Dr. Hasan Chabibie, M.Si menyampaikan bahwa tiap pengurus MATAN dimanapun daerahnya pasti...
Resensi Buku, Ridha sebagai Jalan Memperoleh Cinta
Cinta adalah realitas abadi, tapi ia cenderung memudar dan menghilang. Karena manusia jatuh cinta pada pantulan cahaya sang kekasih. Cinta sejati bergantung pada pemahaman. Pecinta harus mampu membedakan emas dan kilaunya. – Jalaluddin Rumi – Laksana pasir pantai yang diterpa pasang surutnya ombak, tak pernah mengeluh tentang datang perginya deraian air laut. Begitulah kiranya ridha hamba kepada segala ketentuan-Nya, karena ridha merupakan salah satu dari sekian banyak buah cinta. Dalam pembahasan tasawuf, ridha sebagai salah satu maqam atau jalan untuk menuju dan sampai wushul kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Ibn Athaillah al-Sakandary mendefinisikan ridha sebagai tenangnya hati atas semua pilihan Allah didasari dengan keyakinan bahwa semua ketentuan...
Perkuat Kaderisasi, MATAN DKI Jakarta Gelar Sultan 2.2
Bogor, JATMAN Online – Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (MATAN) DKI Jakarta menggelar pembukaan acara Suluk MATAN 2.2 di Al Rabbani Islamic School, Cikeas, Jum’at (23/12) malam. Acara pembukaan ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang akan dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 23-25 Desember 2022. Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan kader MATAN, perwakilan dari berbagai Komisariat di sekitar Jabodetabek dan luar Jabodetabek. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PP MATAN Dr. Hasan Chabibie. Suluk MATAN (Sultan) 2.2 ini mengangkat tema Merajut Cinta Melalui Penanaman Nilai-Nilai Spiritualitas, Intelektualitas, dan Wawasan Kebangsaan di Era Digital. Pada sambutannya, beliau memberikan pemahaman...
Bupati Purwakarta Resmikan Jalan Syekh Baing Yusuf
Purwakarta, JATMAN Online – Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Idarah Syu’biyyah Purwakarta melakukan peresmian Jalan Syekh Baing Yusuf Bin Djayanegara Purwakarta, Jum’at (23/12). Syekh Baing Yusuf adalah guru dari Syekh Nawawi Banten (w. 1897), Syekh Asy’ari Bakom Bogor (w. 1901), Rd. Haji Hasan Cianjur (Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah) yang wafat di Singapura (w. 1848), Kiai Abdul Salam Hood, penghulu Purwakarta-Karawang akhir abad 19 M dan tokoh-tokoh penting lainnya. Peresmian Jalan Syekh Baing Yusuf bin Djajanegara melalui usulan JATMAN Syu’biyyah Purwakarta juga terealisasi berkat dukungan Bupati Purwakarta, Teh Hj. Anne Ratna Mustika,S.E. Kegiatan simbolisasi pemasangan plang nama jalan Syekh Baing Yusuf bin...
Inilah 5 Kriteria Mencari Sahabat di Dunia Maya
Manusia secara tabiat memiliki kecenderungan untuk berkumpul dengan manusia lainnya. Hubungan pertemanan adalah salah satu dari pola interaksi manusia dengan manusia lainnya. Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak sembarang orang dapat dijadikan sebagai teman dekat (sahabat) bahkan di dunia maya sekalipun. Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW bersabda: المرء على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل “Seseorang itu mengikuti agama sahabatnya. Oleh karena itu, hendaklah kalian melihat siapakah yang patut dijadikan sahabat” (HR. Abu Daud) Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah membagi pola interaksi (selain guru-murid dan orang tua-anak) menjadi 3, yaitu (1) orang yang tidak dikenali, (2) sahabat karib, dan...
Mengenali Sumber-sumber Riya Dan Cara Mengobatinya
Sebagai muslim-muslimah, kita harus mengenali potensi-potensi maksiat dalam dirinya baik yang zahir (luar) ataupun yang batin (dalam). Di antara potensi maksiat batin yang sering menjangkiti hati (qalbu) kita adalah riya. Imam Al-Ghazali dalam Kitab Bidayatul Hidayah mengungkapkan: “Riya adalah keinginanmu untuk mendapatkan kedudukan di hati makhluk supaya memperoleh jabatan atau keagungan dengan amal tersebut.” Misalnya, kita ingin bersedekah dengan tujuan agar dapat diunggah di media sosial, supaya mendapatkan julukan sebagai orang yang ahli sedekah. Ini termasuk riya karena tujuan sedekahnya untuk mendapatkan pujian dari orang lain atau followernya. Celakanya, bila kita tidak tahu bahwa riya ini dapat menghapus pahala ibadah....