Jadwal Ngaji Qolbu Bersama Kiai Ali Masykur Musa

Jakarta, JATMAN Online – Pembukaan Ngaji Qolbu setelah Idul Fitri 1443 H bersama Dr. KH. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum membahas beberapa kitab tasawuf. Ngaji Qolbu ini rutin diadakan secara online via zoom meeting setiap pekannya. Harapannya ini menjadi jalan untuk lebih dekat kepada sang pencipta. “Yuk segera mendekatkan diri kepada Allah. Ngaji Qolbu bersama KH. Dr. Ali Masykur Musa,” tulis admin di akun Instagram @ngajiqolbuoffcial, rabu (11/05). Kiai Ali Masykur Musa merupakan Mursyid Tarekat Naqsyabandiyyah Khalidiyyah dan Pengasuh Pondok Pesantren Pasulukan Al Masykuriyyah Condet, Jakarta Timur. Berikut ini jadwal Ngaji Qolbu setelah Idul Fitri 1443 H: Kitab Tajul ‘Arus (Syekh Ibnu...

Ini Agenda Haul Ke-65 Mbah Dalhar Watucongol Magelang

Magelang, JATMAN Online – Kegiatan haul ke-65 KH Nahrowi Dalhar bin KH Abdurrahman (Mbah Dalhar) akan diadakan di Kompleks Pesantren Darussalam Watucongol selama dua hari, Ahad-Senin, (15-16/05). Dikutip dari NU Online Jateng dari panitia kegiatan haul, puncak acara akan menghadirkan Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso Kediri KH Nurul Huda Djazuli dan panitia telah mengagendakan beberapa kegiatan lainnya. “Haul ke-65 KH Dalhar, waktu penyelenggaraannya yakni tanggal 15 dan 16 Mei atau bertepatan 13 dan 14 Syawal 1443 H,” tulis panitia dalam rilis tersebut. Pembacaan mujahadah dan pengajian bersama Pengasuh Pesantren Ad-Dalhariyah Watucongol yang juga putri Mbah Dalhar, Nyai Hj Nur Khannah Dalhar, pada Ahad...

Tarekat Mencetak Peduli Sosial dan Kesadaran Berbangsa

Pesisir Barat, JATMAN Online – Jama’ah Tarekat Naqsyabandiyah Al Kholidiyah dan Tarekat Sammaniyah Pesisir Barat mengadakan halal bihalal di Ponpes Al-Ghozaliyah, Pekon Way Sindi Hanuan, Kecamatan Karya Penggawa, Pesisir Barat, Ahad (8/5). Acara tersebut dalam rangka menjalin silaturahmi, turut dihadiri sejumlah tokoh agama Pesisir Barat, Pimpinan Ponpes Al Ghazaliyah Ustaz Bustanul Fikri, Pimpinan Ponpes Raudhatul Quran Ustaz Agus Mawardi, Buya Madji Pimpinan Ponpes Maqwa Krui, serta ribuan jama’ah. Baca Juga: Habib Luthfi Menjawab! Bagaimana Jika Belum Mampu Bertarekat? Ketua Pelaksana Masnur Putra menjelaskan, acara halal bihal tersebut dimaksudkan dalam rangka melaksanakan tradisi ngejalang (alm) Tuan Guru Syeh Ghozali Mustafa, serta menjalin salaturahmi antar...

MPTT Aceh Singkil Adakan Rateb Siribee, Abuya Yusri: Perbanyak Berzikir

Singkil, JATMAN Online – Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) Cabang Aceh Singki, mengadakan zikir rateb siribee dan tausiah agama di Posko Tauhid Irfani, Gosong Telaga Selatan, Singkil Utara, Ahad (8/5). Acara zikir rateb siribee dan tausiah agama yang dilaksanakan masih dalam suasana Idul Fitri 1443 H itu, selain dihadiri Abu Yusri Waly dari Labuhan Haji sebagai penceramah. Kegiatan tersebut dihadir pula anggota DPRK Yuliardin, Camat Singkil Sofyan dan Camat Singkil Utara Asnaldi serta Sekdakab Aceh Singkil, Drs Azmi, M AP. Sekdakab Aceh Singkil Drs Azmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras dan kegigihan Abuya Syekh H Amran Waly dan...

Karomah Sampai Wafatnya Pendiri Tarekat Naqsyabandi (Part 3)

Nasehat, Akhlak dan Karomah Syaikh an-Naqsyabandî Di antara akhlak Syaikh an-Naqsyabandî adalah apabila menjenguk salah seorang temannya, pasti akan menanyakan kabar keluarga dan anak-anaknya serta menghiburnya dengan hiburan yang sepantasnya. Bukan hanya itu saja, Syaikh an-Naqsyabandî juga menanyakan apa yang berhubungan dengannya sampai bertanya tentang ayam-ayam peliharaannya. Ditampakkan rasa belas-kasihan kepada semuanya seraya berkata, “Abu Yazid al-Busthâmî sekembalinya dari laut berdzikir, melakukan hal seperti ini.” Meski sangat sempurna dalam kezuhudannya, Syaikh an-Naqsyabandî senantiasa memberi dan mendahulukan orang lain. Bila ada orang memberinya, diterimanya. Lalu membalasnya dengan pemberian yang berlipat ganda. Demikian itu karena Syaikh an-Naqsyabandî mengikuti jejak Rasulullah Shalallu ‘Alaihi...

Nasab Keilmuan dan Keturunan Pendiri Tarekat Naqsyabandi (Part 2)

Syaikh an-Naqsyabandî berguru ilmu tarekat kepada Syaikh Muhammad Bâbâ as-Sammâsî kemudian kepada Sayyid ‘Amîr Kulâl. Sedangkan Sayyid ‘Amir Kulal berguru kepada Syaikh Muhammad Baba as-Sammâsî. Syaikh Muhammad Bâbâ as-Sammâsî berguru kepada ‘Ali ar-Râmîtanî yang lebih dikenal dengan nama Syaikh al-‘Azîzân. Syaikh al-Azîzân berguru kepada Syaikh Mahmud al-‘Anjîr Faghnawî. Syaikh Mahmud al-‘Anjîr Faghnawi berguru kepada Syaikh ‘Ârif ar-Rîwakirî yang berguru kepada Syaikh ‘Abdul Khalîq al-Ghuzduwânî yang berguru kepada Syaikh Abi Ya’qûb Yûsuf al-Hamadânî yang berguru kepada Syaikh Abi ‘Ali al-Fadhal bin Muhammad ath-Thusi al-Fâramadî yang berguru kepada Syaikh Abil Hasan ‘Ali bin Abi Ja’far al-Kharqânî. Syaikh Abil Hasan ‘Ali berguru Kepada...

Sejarah Pendiri Tarekat Naqsyabandi (Part 1)

Kelahiran dan Silsilah keturunan Syaikh an-Naqsyabandî Syaikh an-Naqsyabandî lahir di desa Qasrul Arifân di dekat Bukhâra (Uzbekistan) pada bulan Muharram tahun 717 Hijriyah. Sebelum dilahirkan, gurunya Syaikh Muhammad Bâbâ as-Sammâsî, telah mengisyaratkan akan kelahirannya. Setiap kali Syaikh as-Sammâsî melewati desa Qasrul Arifân, selalu berkata kepada para muridnya, “Dari desa ini aku mencium bau seorang wali.” Setelah bayi yang dimaksud dilahirkan dan berusia tiga hari, Syaikh as-Sammasi melewati desa itu seperti biasa. Lalu kembali berkata pada para muridnya, “Bau seorang Wali yang aku ceritakan, sekarang ini semakin semerbak.” Tak lama setelah itu, si bayi oleh kakeknya dibawa ke rumah Syaikh as-Sammasi....

Gus Ulil Absar: Imam Ghozali Kiblatnya Warga NU di Bidang Tasawuf

Kudus, JATMAN Online – Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan (Lakpesdam) PBNU KH Ulil Absar Abdalla mengatakan bahwa Imam Ghazali adalah kiblatnya warga Nahdlatul Ulama (NU) di bidang tasawuf. Hal ini menurutnya sudah ditegaskan dalam AD/ART (anggaran dasar/anggaran rumah tangga) NU. “Pertama mengikuti akidah Asy’ariyah atau Maturidiyah. Kedua, mengikuti salah satu dari mazhab empat. Ketiga, mengikuti tasawuf. Dalam tasawuf ini ada dua ulama yang jadi panutan. Pertama Imam Aljunaid al-Baghdadi dan kedua adalah Imam Al-Ghazali,” kata Menantu Gus Mus ini. Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Darusan Umum Pengajian Pitulasan, di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Rabu (27/04) malam. Baca Juga: Kenapa Harus Mengikuti Tarekat...

Tarekat Qadiriyah wa Syadziliyah Gelar Suluk Ramadan di Bogor

Bogor, JATMAN Online – Ikhwan Tarekat Qadiriyah wa Syadziliyah menggelar Suluk Ramadan sejak Jumat (22/4) sore atau hari ke-21 Ramadan melakukan kegiatan suluk. Suluk yang berlangsung di Villa Zawiyah Arraudhah, Kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor, itu berakhir Jumat sore (29/4). Kegiatan suluk dibimbing langsung oleh Khadim Zawiyah Arraudhah, KH Muhammad Danial Nafis. Selama suluk berlangsung, salah satu kegiatannya para ikhwan melakukan amalan dengan melafalkan tahlil sebanyak 100.000 kali dalam satu kali duduk. Baca Juga: Kenapa Harus Mengikuti Tarekat Mu’tabarah? Menurut KH Muhammad Danial Nafis, kalimat tahlil dengan lafal Laa ilaha illa Allah memiliki keutamaan yang sangat banyak. Begitu juga dengan dengan membaca tahlil sebanyak 100.000...

Kenapa Harus Mengikuti Tarekat Mu’tabarah?

Jakarta, JATMAN Online – Sekretaris Awwal Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (JATMAN) KH. Ali M. Abdillah menjelaskan pentingnya mengikuti tarekat mu’tabarah supaya terhindar dari penyimpangan. Hal tersebut ia sampaikan Ketika mengisi pengajian Nuzulul al-Qur’an yang diminta langsung oleh Abuya Amran Wali al-Khalidi Mursyid Naqsabandiyah Khalidiyah. Sebagaimana dalam status akun facebooknya pada 28 April 2022. Baca Juga – Kiai Ali M. Abdillah: Mewaspadai Kasus Spiritual Meresahkan Kiai Ali mengatakan bahwa ada alasan penting para ulama Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1957 mendirikan organisasi tarekat mu’tabarah yaitu sebagai wadah para pengamal tarekat yang memenuhi syarat mu’tabarah. “Kemudian wadah ini berproses menjadi...