Home Berita Perayaan 1 Muharram 1444 H dan Haul Candi Panunggangan Pegongsoran

Perayaan 1 Muharram 1444 H dan Haul Candi Panunggangan Pegongsoran

Pemalang, JATMAN Online – Haul Candi Panunggangan Pegongsoran kembali digelar dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1444 H sekaligus mendoakan Mbah Kiai Jokowono, Mbah Kiai Joko Salam, Mbah Kiai R. Sam’un dan Mbah Syekh Abdul Rosyid bin Maliki al-Hafidz.

Acara dimulai dengan lantunan shalawat oleh tim hadroh Az-Zahro Sungapan yang dipimpin Ustaz Taufidz dan dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Barzanji.

Selain mendoakan ulama-ulama terdahulu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kepada generasi muda, bagaimana napak tilas masuknya Islam di Jawa. Bermula dari jalur Maulana Syekh Jumadil Kubro yang memiliki putra bernama Ibrahim Asmarakandi dan mempunyai putra Raden Muhammad Ali Rahmatullah atau Sunan Ampel.

Di antara murid-muridnya, Sunan Ampel mengutus beberapa nama untuk menyebarkan dakwah Islam di antaranya Syekh Ngawi, Sunan Geseng atau Syekh Tajudin Abdul Qadir bin Abdurrahman al-Alawi (Syekh Maulana Maghribi) di Pemalang, Syekh Jamur Apu di Penggarit, Raden Santri di Kedung Santri, Raden Syarif Hidayatullah di Cirebon dan terrmasuk di Pengongsoran Sekoci awal ada Mbah Kiai Jokowono, Mbah Kiai Joko Salam, Mbah Kiai R. Sam’un dan Mbah Syekh Abdul Rosyid bin Maliki al-Hafidz serta beberapa ulama lainnya.

Adapun pusat pergerakkaannya dari Demak Bintoro atau Glagah Wangi, kemudian bergerak ke Pajang lalu bergerak ke Alas Mentaok di Mataram Yogyakarta oleh Ki Gede Mataram.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Muhdor selaku pengisi acara menjelaskan bahwa Allah telah memberikan keistiqamahan kepada masyarakat sekitar lokasi haul. Karena setiap tanggal 1 Muharram, masyarakat bisa berkumpul di tempat tersebut dengan berbagai rangkaian acara seperti hurmat tahun baru, suronan/muharraman dengan menghidupkan syiar-syiar Allah dan menghidupkan petilasan sejarah ulama dan pejuang di Kabupaten Pemalang.

Mengutip dari beberapa riwayat, bahwa di antara sifat Rahman dan Rahim Allah Swt adalah menghadirkan banyak waliyullah dan orang-orang shalih di tengah hamba-hambanya. Keberadaan mereka berfungsi untuk menolak bala dan menjadi tameng bagi masyarakat serta dapat menuunkan rahmat dari Allah Swt.

Kebiasaan berziarah dan mendoakan wali seperti ini pernah dipertanyakan oleh pengarang Simthurrduror kepada gurunya,

“Apa yang akan didapatkan oleh seseorang yang berziarah kepada waliyullah?”

Kemudian gurunya menjawab,

“Orang yang dekat dengan wali atau orang shalih akan mendapatkan dua perkara, yang pertama dosanya diampuni Allah Swt, dan yang kedua mendapatkan rahmat dari Allah Swt.”

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.