Home Berita Pesan Habib Husein Ja’far, Dakwah Di Media Sosial Jadi Keharusan

Pesan Habib Husein Ja’far, Dakwah Di Media Sosial Jadi Keharusan

Jakarta, JATMAN Online – Habib Husein Ja’far Alhadar mengajak dai dan daiyah berdakwah melalui media sosial. Menurutnya, dakwah di media sosial sudah menjadi sebuah keharusan bukan lagi pilihan.

“Riset dari We are Social dan Hootsuite pada 2021 menyimpulkan bahwa 73 persen masyarakat Indonesia sudah tersambung internet. Artinya, tiga per empat orang Indonesia sudah memiliki akses koneksi digital, ” kata Habib Ja’far dalam acara Silaturrahim Da’i dan Halaqah Dakwah Nasional MUI di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (26/07).

Dilansir dari situs resmi MUI, dalam kegiatan yang menjadi rangkaian Milad MUI (Majelis Ulama Indonesia) ke-47 tersebut, Habib Ja’far menyampaikan, riset PPIM UIN Jakarta 2021 memprediksi 60 persen masyarakat saat ini belajar agama melalui media digital.

“Jadi, mereka belajaranya melalui media digital. Dulu itu muftinya mufti Johor, kalau sekarang itu mufti youtube yang digunakan mereka, ” jelasnya.

Dari tahun ke tahun, lanjutnya, penggunaan media digital sebagai sarana belajar agama terus meningkat. Pada 2019, riset dari Al-Falah, menyebutkan bahwa kepercayaan terhadap media digital sebagai rujukan keilmuan dan keislaman masih ada urutan ketiga. Urutan pertama adalah ustadz kampung yang lokasinya berdekatan dan kedua adalah guru agama.

“Namun sekarang, sumber dari media digital sudah di nomor satu. Bagi anak muda, media digital digunakan untuk mengakses informasi dan mengetahui segala hal terkait agama, ” ujar Pendakwah sekaligus influencer media sosial itu.

Alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyampaikan, media digital begitu mudah mempengaruhi masyarakat. Orang Indonesia menghabiskan 8 jam 50 menit di media digital dalam rentang usia 18-34 tahun. Karena itu, kebanyakan yang menjadi rujukan di media digital saat ini adalah yang populer bukan sekadar yang kompeten.

“Ini sangat berbahaya apabila mereka belajar agama tetapi dari sumber yang tidak tepat. Fatwa MUI bisa dengan mudah dikoreksi anak muda yang ngajinya belum apa-apa tapi pengikutnya jutaan. Itu membuat orang lebih mendengarkan dia, ” ucapnya.

Pemilik Channel Youtube Jeda Nulis, Habib Ja’far menekankan bahwa media digital berpotensi besar mempengaruhi pandangan banyak orang. Sehingga ia berharap para dai yang memiliki kompetensi dan otoritas keilmuan bisa mulai mengambil peran potensi ini.

“Bila ini dibiarkan, mereka akan mengalami degradasi pengetahuan dan bisa menjerumuskan kepada kesesatan,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.