Tasawuf falsafi adalah salah satu aliran dalam tasawuf yang memadukan unsur-unsur falsafah dan spiritualitas. Tasawuf falsafi disebut juga tasawuf irfani merupakan limpahan kesucian (fayid muqaddas) Al-Haq kepada hamba-hambaNya yang dikehendaki Nya.
Syekh Prof. Dr. Abdul Baqi Ahmed Meftah Al-Jazairi menjelaskan:
لأنه لا يفرق بين الفلسفة والجانب العرفانى للتصوف المتعلق بالحقائق، فمايطلقون عليه إسم ( تصوف فلسفي) هو في الحقيقة (علم الحقائق) بينمنا ما يسمونه “تصوف سني أو شرعي” هو : “علم التزكبة” أو “التربية الروحية” وعلوم الحقائق ما هي إلاثمرة هذه التربية الشرعية الكاملة، وليست نتيجة توغل في متاهات فكرية فلسفية.
Tidak membeda-bedakan antara filsafat dan aspek Irfani tasawuf yang berkaitan dengan Haqiqat, maka yang mereka sebut (tasawuf falsafi) adalah hakikatnya (ilmu hakikat), sedangkan yang mereka sebut dengan “tasawuf Sunni atau Syariat” adalah: “ilmu tazkiyatun nafs”(ilmu pembersihan kotoran nafsu) atau “tarbiyah ruhiyah” (pendidikan ruhani) dan ilmu hakikat (tasawuf falsafi) tidak lain hanyalah buah, pendidikan ruhani dan syariat yang sempurna, dan bukan hasil mendalami intelektual filosofis dan bukan hasil ciptaan para Filsafat. (Alfiyat at-Tashawwuf wa Sarhuha, Dar- Nashirun, Beirut hal 141)
Harus dipahami tasawuf falsafi tidaklah sama dengan filsafat murni yang digagas oleh al-Farabi, Ibnu Sina, dan Ibnu Rusyd. Filsafat murni objek kajian nya aqli pikir (Burhani) melalui logika (mantiq) mengkaji dan memahami sesuatu dengan logika
Tasawuf objek kajian nya hati berupa Dzuq dan kasyf Irfani. Tasawuf terdiri dari nazhori tasawuf dan tasawuf amali. Nazhori tasawuf disebut juga tasawuf akhlaqi yaitu ilmu membahas pembersihan kotoran-kotoran nafsu. Tasawuf amali disebut juga tarekat yaitu perjalan hati untuk sampai kepada al-Haq dengna melewati fase-fase disebut maqamat. Tasawuf amali di istilahkan juga sebagai pendidikan ruhani melalui bimbingan mursyid sufi yang Arifbillah.
Tasawuf falsafi di istilah kan juga tasawuf wujudi atau tauhid irfani. Yaitu ilmu hakikat yang dimaksud hakikat cahaya makrifat yang masuk kedalam hati sehingga tajalli segala perbuatan, sifat dan Dzat Allah.
Maka tasawuf falsafi hasil dari pada pendidikan ruhani, bersih hati kita dari selain Allah dan bercahaya akal kita dari segala waham keraguan.
Penulis: Budi Handoyo, S. H, M. H, Dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh
Editor: Khumaedi NZ
Leave a Reply