Surakarta, JATMAN Online – Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menjelaskan bahwa syarat menjadi pemakmur bumi adalah sehat rohani dan kuat jasmani.
“Karena kesehatan rohani atau spiritual tanpa didukung oleh kekuatan primanya jasmani badaniyah maka tidak akan kesampaian tugas yang sangat besar ini sebagai pemakmur bumi,” kata Kiai Miftah,
Hal tersebut disampaikan KH Miftachul Akhyar dalam mauidzah hasanah pada acara Welcome Dinner atau makan malam bersama Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, di Pura Ageng Mangkunegaran, Surakarta, Ahad (15/1/2023).
Dikutip dari NU Online, Kiai Miftah mengutip sebuah Hadits Nabi Muhammad riwayat Imam Muslim yang menyatakan bahwa seorang Mukmin yang kuat itu lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah.
“Jadi ada kata-kata Mukmin yang kuat. Artinya kesehatan rohani tidak cukup tapi juga harus ditunjang dengan kekuatan jasmani,” ujar Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, Jawa Timur itu.
Kekuatan jasmani itu, lanjut Kiai Miftah, bisa diperoleh dengan riyadhah jasadiyah atau olahraga, salah satunya melalui Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) NU 2023 di Solo.
Menurutnya, olahraga harus dilakukan untuk menyempurnakan kekuatan-kekuatan yang dimiliki manusia. Jadi, Islam memandang olahraga itu penting untuk dilakukan.
Urgensi olahraga itu telah dicontohkan oleh Rasulullah sejak usia belia. Kira-kira pada usia 6 tahun dan sewaktu berziarah ke makam sang ayah di Madinah, Rasulullah pernah belajar berenang di sumurnya kabilah ‘Adi. Sumur ini cukup dalam dan airnya sangat tenang.
“Makanya Rasulullah meminta kita untuk mengajari agar anak-anaknya diajari belajar berenang, memanah, dan naik kuda. Ini tanda olahraga ini menduduki tempat yang tinggi,” ucap Kiai Miftah.
Dari situlah, NU kemudian merasa punya amanat untuk menjadikan olahraga sebagai sesuatu yang sangat penting dilakukan, yaitu melalui Porseni NU 2023.
“Ini (Porseni NU) perdana sebagai perhelatan yang dilaksanakan PBNU agar melahirkan kader-kader yang bukan hanya sehat rohani tapi juga jasmani. Karena di dalam tubuh yang sehat, ada jiwa yang kuat atau kata Nabi, akal yang sehat akan berada di jasad yang sehat,” paparnya.
Menurut Kiai Miftah, orang-orang NU selama ini telah menerima asupan rohani yang cukup baik dari para kiai. Lalu kerohanian itu harus bisa diejawantahkan di tengah masyarakat dengan perilaku yang baik.
“Jadi ini suatu ujian berat sebetulnya, maka PBNU wanti-wanti agar event yang sangat penting ini jangan sampai membuat kita lupa bahwa ini adalah suatu misi dan kita sedang diharapkan sebagai contoh,” paparnya.
Kiai Miftah menegaskan bahwa olahraga bukan hanya persoalan untuk adu fisik dan otot, tetapi ia meminta kepada para atlet agar mampu menunjukkan akhlak yang baik dalam sebuah perlagaan.
“Dari bumi Soloraya, tentu semoga ini agar bisa menjadi contoh. Kita harapkan nanti bisa menyebar di provinsi-provinsi yang lain,” ungkpanya
Leave a Reply