Kebumen, JATMAN Online – Maulana Syekh Syarif Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jilani hafidzahullah mengunjungi Pondok Pesanter al-Kahfi Somalangu Kebumen, Jawa Tengah, pada Senin (14/03).
Di Ponpes asuhan KH. Afifudin al-Jilani tersebut beliau berkesempatan memberikan kajian kitab Tafsir al-Jilani dan Ijazah kitab Shalawat wal Aurad serta kitab-kitab karya Sulthonul Auliya lainnya secara umum.

Dikutip dari laman resmi facebook Markaz al Jilani, Syekh Fadhil menjelaskan dalam tausyiahnya, kitab Tafsir al-Jilani sangat berbeda dengan kitab-kitab tafsir lainnya. Bahkan, belum ada yang menyamainya jika ditinjau dari metodologi, sistemasi dan muatan isinya.
“Semisal, dalam kitab ini ada 114 basmalah sesuai jumlah surat dan setiap satu basmalah punya tafsir tersendiri yang berbeda di tiap-tiap suratnya, ditambah tafsir dari basmalah tersebut menggambarkan secara umum bahasan surat tersebut. Termasuk juga, di setiap penafsiran surat ada pembuka dan penutup (kesimpulan bahasan) serta doa penutup yang selaras dengan isi surat tersebut,” kata ulama asal Turki.
Dalam kesempatan tersebut beliau juga mengenalkan kitab terjemah “Tafsir Al-Jilani” versi Indonesia yang bisa dimiliki, dibaca dan dikaji oleh semua kalangan, sehingga keberkahan ilmu, hikmah dan sirr Tuan Syekh Abdul Qadir al-Jilani ra bisa dirasakan oleh siapapun.
Beliau sangat gembira sekali dengan terbitnya terjemah kitab tersebut. Sebab, sudah sekitar 15 tahun beliau mencita-citakan dan mengupayakannya sebelum akhirnya rampung oleh Markaz al-Jilani Asia Tenggara yang saat ini dipimpin KH. Muhammad Danial Nafis, khadim Ma’had Zawiyah Arraudhah Jakarta.

Ada hal yang menarik perhatian saat di al-Kahfi Somalangu, yaitu beliau harus menaiki perahu dan dikawal tim BAGANA (Banser Siaga Bencana) menuju titik parkir kendaraan saat hendak beranjak ke kota tujuan selanjutnya. Hal tersebut mengingat Somalangu diguyur hujan cukup deras sejak malam hari hingga menjelang zuhur, sehingga pagi harinya dilanda banjir yang cukup besar.
Pendamping Syekh Fadhil, Gus Ali Syahbana mengatakan kunjungan gurunya tersebut ke Kebumen adalah dalam rangka undangan dari para santri yang pernah belajar kepadanya. Dan memang setiap tahun gurunya terbebut selalu menyempatkan kunjungannya ke Indonesia.
“Beliau hampir setiap tahun ke Indonesia tapi karena masa pandemi, beliau menahan. Dan ketika kondisi sudah cukup kondusif, beliau mengunjungi murid-murid” ujar Gus Ali Syahbana, pendamping Syekh Muhammad Fadhil Al Jailani.
Semoga Maulana Syeikh Fadhil selalu dalam keadaan sehat wal afiyat dan dimudahkan dalam segala urusannya bil khusus perjalanan dakwahnya di Nusantara. Aamiin.
Leave a Reply