Jakarta, JATMAN Online – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menjelaskan bahwa bersyukur yang berhenti pada lisan seperti perumpamaan orang yang membutuhkan selimut tapi hanya diambil dan tidak dikenakan. “Jadi dicontohkan, orang yang (bersyukur) hanya lisannya saja itu sama dengan orang yang sebetulnya butuh selimut untuk melindungi dari sengatan panas dan dingin...