“Pilpres ini ada potensi merusak hati kita. Ada yang dalam hati kita ini su’ud-dzhan (buruk sangka), ada juga hati kita ini yang ghil (benci), ada yang hati kita ini su’ul adab (buruk tata krama), ini potensi ujian kita semua. Kalau dalam hati kita itu sudah ada su’ul adab, ada su’ud-dzhan, ada ghil, bagaimana hati kita yang gelap ini bisa menerangi umat? Ini kita doa bersama, bagaimana kita bisa menghargai orang lain.”