Jakarta, JATMAN Online – Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (JATMAN) memberikan tausyiah kebangsaan dalam acara Kirab Merah Putih yang berlangsung di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (28/8).
Ada yang menarik dari penampilan Habib Luthfi itu. Habib Luthfi tampak mengenakan sorban berwarna merah putih yang dibalut di kopiahnya. Tak hanya itu, bendera merah putih juga tertancap di kopiah Ketua Forum Sufi Dunia itu.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI itu dalam tausyiahnya mengajak masyarakat memperkuat kecintaannya pada Tanah Air agar tak mudah terpecah belah.
“Dengan adanya kirab Merah Putih pagi hari ini untuk menguat, mengembalikan, menambah kecintaan kita pada bangsa dan Tanah Air dengan dasar ketuhanan Yang Maha Esa,” kata Habib Luthfi.
Ulama asal Pekalongan itu mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak mudah terpecah-belah dan senantiasa berkontribusi untuk NKRI.
“Jangan sampai kata-kata ini dimanfatkan oleh oknum-oknum yang memecah-belah umat, bangsa ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia pun mengajak masyarakat untuk mendalami falsafah bendera merah putih yang didalamnya terdapat kehormatan, harga diri, dan jati diri bangsa.
“Maka apabila cinta Tanah Air ini semakin melekat, semakin kuat, kita akan tahu hebatnya kehormatan bangsa, harga diri bangsa, jati diri bangsa,” ucapnya.
Dari pemahaman sang saka merah putih tersebut, lanjutnya, ia berharap masyarakat dapat memperkuat kecintaan pada Tanah Air yang diperjuangkan dengan segenap tumpah darah oleh para pahlawan untuk dapat merdeka dari belenggu penjajah.
“Sehelai rumput yang kering dan sebutir pasir Indonesia kehormatan taruhannya, tetesan darah di bumi Pertiwi mutiara yang tak ternilai harganya yang sehingga berkibar sang saka Merah Putih di bumi tercinta. Kami bangsa yang tidak akan melupakan sejarah,” ucap Habib Luthfi.
“Perlu untuk menjadi cermin untuk kita semuanya dan kita bertanya sudah mempunyai kontribusi apa untuk negara ini, untuk bangsa ini, atau mudah dipecah belah?,” ujarnya.
Ia lantas berkata, “Bangsa lain sudah maju, bangsa lain ekonominya sudah hebat, tapi kita selalu hampir banyak ketinggalan-ketinggalan”.
Habib Luthfi menegaskan kalau ingin memecah belah umat jauhkan kepercayaan umat kepada tokohnya, kalau mau memecah belah bangsa ini jauhkan kepercayaannya dan kecintaannya kepada negaranya baru bisa dipecah belah.
“Tapi kalau bangsa yang kuat dalam kecintaanya tidak mungkin akan dimanfaatkan, karena kecintaanya yang luar biasa maka tidak akan dapat dipecah belah,” ungkapnya.
Diakhir tausyiahnya, Habib Luthfi mengajak agar rakyat tidak mudah terpecah belah.
“Wahai bangsaku yang aku banggakan relakah negerimu terpecah belah?,”. kemudian seluruh hadirin menjawab dengan kompak “Tidak”.
Habib Luthfi kemudian mengajak para peserta kirab Merah Putih yang hadir untuk bersama-sama melafalkan ikrar yang terdiri dari enam poin.
Kirab Merah Putih merupakan acara kebudayaan dan berkesenian dalam keberagaman yang bertujuan meningkatkan persatuan dan kesatuan. Acara ini juga diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan HUT Ke-77 RI.
Diketahui, puluhan ribu elemen masyarakat ikut mengirab bendera Merah Putih sepanjang 1.700 meter yang diikuti oleh lintas agama, pelajar, pemuda, instansi pemerintah, santri, TNI-POLRI, hingga berbagai organisasi masyarakat.
Leave a Reply