Home Berita Ureka Mart Kembali Dibuka di Kota Bogor

Ureka Mart Kembali Dibuka di Kota Bogor

Kota Bogor, JATMAN Online – Ureka Mart ke-10 resmi berdiri di Pondok Pesantren Sirojul Huda, Bogor pada Sabtu (18/06). Peresmian ini berlangsung meriah dengan diikuti oleh jajaran pimpinan pesantren dan ratusan santri yang memulai rangkaian acara dengan pembacaan Maulid Nabi.

Pengasuh Ponpes Sirojul Huda, KH. Mahsanul Alim, MM. dalam sambutan pembukanya menceritakan bagaimana Rasulullah saw. sejak usia tujuh tahun sudah belajar ekonomi dengan pamannya hingga berusia dua puluh lima tahun. Sehingga, ilmu ekonomi dan berdagang juga perlu dipelajari dengan baik, terutama di pesantren-pesantren.

Ia juga menjelaskan bahwa perekonomian yang maju, dibangun atas dasar kepercayaan dan dilakukan bersama-sama. Kepercayaan itu dibangun bersama mitra kerja yang paling dekat terlebih dahulu, dalam hal ini adalah rekan dalam satu almamater pesantren.

“Ambillah yang lebih dekat dari tetangga yang berjualan, itulah yang disebut ekonomi berjamaah baru al-jama’atu rahmatun (Bersama-sama adalah rahmat).”

Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Huda tersebut juga mendukung penuh kebangkitan ekonomi yang diinisiasi oleh JATMAN melalui Ureka Mart untuk pesantren-pesantren di Indonesia.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran Ureka Mart atau Sirojul Huda mart betul-betul (berdampak pada) ekonomi pesantren semakin mencuat.”

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis PT Ureka Indonesia, Bapak Andy Luqman Arief, mewakili direktur utama yang berhalangan hadir menyampaikan bahwa tujuan berdirinya Ureka Mart adalah mendorong perekonomian pesantren agar mandiri, dapat menghidupi serta memberikan kepada umatnya dan lingkungannya. Sehingga, pesantren harus bisa survive nantinya, sebagaimana Pondok Pesantren Sirojul Huda yang menjadi mitra Ureka.

Ia juga berpesan bahwa bagian dari yang penting dari santri adalah belajar ilmu, tidak hanya ilmu agama, tapi juga ilmu bedagang.

“Disampaikan bahwa santri juga harus bisa berdagang. Itu juga ada ilmunya. Ureka Mart memberikan wacana dan wadah untuk kalian belajar. Nanti hasilnya bagian daripada pesantren yang menghasilkan. Apa pelajaran yang ada disini? Pelajaran yang pertama adalah melayani, ada toko bagaimana melayani pelanggan dan pembeli dengan baik, dengan ramah. Di pesantren diajarkan tentang adab, di situlah ada bagaimana melayani. Kemudian bisa belajar tentang stok. Bagaimana mengurus stok, bagaimana mengurus tentang jumlah barang, mengurus tentang kasir dan apapun nanti yang ada. Pesantren ini bisa menjadi bagian daripada pembelajaran. Jadi ke depan, pesantren harus menjadi ujung tombak umat Islam.”

Dalam peresmian ini, hadir pula, Perwakilan dari Mudir JATMAN, Bapak Ir. Aman Subagio, Manjemen Indogrosir serta beberapa pihak terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published.