Pernahkah anda mengatakan, “Aku lagi sakit hati!” atau “Dia memang manusia yang tidak punya hati!” atau “hatiku sedang berdebar-debar!”? Nah, ungkapan “hati” yang seringkali kita sebutkan dalam kehidupan sehari-hari memiliki makna yang beragam. Bahkan dalam KBBI, ada 7 makna hati yang digunakan secara berbeda-beda meskipun memiliki pelafalan yang sama, antara lain sebagai makna dari anatomi tubuh, bagian dari hewan yang...
Author: Khoirum Millatin
Adab-adab Berzikir
Berdzikir adalah salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Bahkan melalui zikir, Allah sudah menjamin ketenangan hati hambanya dari hiruk-pikuk dunia sebagaimana yang telah difirmankan dalam surat Ar Ra’du ayat 28 yang artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” Tapi,...
Juru Kunci Makam, Gus Dur: Makam Sunan Kalijaga yang Asli Ada di Tuban
Sunan Kalijaga adalah satu dari sembilan wali penyebar Agama Islam di tanah Jawa. Sebagaimana diketahui oleh kebanyakan orang di Indonesia, bahwa ia dikebumikan di Kadilangu, Demak. Namun berdasarkan bukti sejarah lain, terdapat makam serupa atas nama Sunan Kalijaga yang terletak di Desa Medalem, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Makam ini berada di tengah sawah dan agak...
Syeikh Marwani Angin; Ulama Kharismatik Asal Rancailat, Tangerang
Rancailat adalah nama desa yang terletak di perbatasan Kecamatan Kresek dan Kronjo. Nama tersebut berasal dari kata “Ranca” yang berarti Rawa dan “Ilat” yang berarti lidah. Pemberian diksi “Rawa” ditafsirkan sebagai kobangan air yang disekitarnya dipenuhi flora dan fauna. Desa Rancailat terbagi menjadi beberapa kampung seperti Kampung Kandang, Pecung, Tonjong, Bojong, Cayur dan Rancailat Utara....
Mengapa Shalat Kita Tidak Pernah Khusyu’?
Perintah menunaikan shalat dalam al Quran memiliki beberapa diksi. Ada yang menggunakan kata “Qadha” dan ada juga yang menggunakan kata “Iqamah”. Keduanya jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki makna “melaksanakan”. Kedua kata tersebut dapat kita temukan dalam Surat An Nisa’ ayat 103: فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا...
Ahla al-Musamarah fi Hikayat al-Auliya’ al-‘Asyrah; Sebuah Karya Prosa Ulama Nusantara
Islamisasi di Tanah Jawa oleh para wali tentu saja bukan menjadi mitos belaka melainkan sudah menjadi fakta sejarah dengan bukti arkeologis yang beragam. Banyak versi sejarah yang mencatat siapa yang pertama kali menyebarkan Islam di Jawa. Proses ekspansi ini diinisiasi oleh Penguasa Turki Usmani yang bernama Sultan Muhammad I yang memerintah pada tahun 1394-1421 Masehi....
‘Sunnah’ Menurut Ulama Hadis Hingga Ulama Sufi
Sunnah secara harfiah berasal dari kata sanna yasunnu yang berarti perilaku, jalan, kebiasaan dan ketentuan. Dalam bahasa Arab, satu buah kosakata tidak bisa diartikan oleh satu makna saja melainkan tergantung dengan kalimat setelahnya. Maka makna Sunnah bisa menjadi definisi lain sesuai dengan konteks kalimat yang ada sebagaimana Sunnah menurut beberapa ahli berikut: Menurut Ulama Hadits Apapun yang bersumber dari Nabi...
Nazar dalam Pandangan Tasawuf
Ungkapan nazar seringkali kita dengar ketika seseorang yang memiliki hajat berkomitmen melakukan sesuatu ketika hajatnya terkabul. Lalu bagaimanakah proses nazar dan hukumnya menurut pandangan syariat dan tasawuf? Jumhur ulama mengatakan, hukum asal nazar adalah mubah. Tetapi melaksanakan nazar tersebut adalah wajib karena kedudukan nazar sama dengan sumpah sehingga ketika melanggar nazar ada konsekuensi yang harus dipenuhi sebagaimana...
Mahabbah dan Pecandunya
Mahabbah berasal dari kata dasar hubbu yang berarti cinta. Kalimat tersebut mengandung kata ha’ dan ba’. Ada yang mengatakan bahwa hubbu diambil dari kata Habab yaitu gelembung yang selalu berada di atas air. Yang dimaksud adalah bahwa cinta menempati posisi paling tinggi di hati. Ada pula yang mengatakan berasal dari kata Al Habbu yang berarti anting-anting. Disebut demikian karena model anting yang menggantung seperti keadaan seorang...
Syekh Jahid Sidek: Kaidah Kesufian dalam Menanamkan Kedamaian Hidup (3)
Terbentuk Hati yang Mutmainnah. Allah berfirman dalam Surat Ar-Ra’d ayat 27-28, قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِيٓ إِلَيۡهِ مَنۡ أَنَابَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ “Katakanlah (Muhammad), sesugguhnya Allah akan menyesatkan siapa yang dikehendaki dan memberi petunjuk kepada orang yang kembali (taubat zahir batin) kepada-Nya. Mereka itu...