Home Artikel

Kategori: Artikel

Pos

Dr. Aziz Al Qubaiti Bicara Ilmu Tazkiyah: Metode Memperoleh Keberhasilan dan Kemenangan

Ilmu tazkiyah adalah ilmu mencapai sirr (rahasia) atau falah (kemenangan). Ilmu yang mengantarkan kita dari ilmu yaqin, menjadi ainul yaqin kemudian menjadi haqul yaqin.  Ilmu tazkiyah adalah ilmu yang  memperhatikan perbaikan hati,  sebagaimana sebuah hadis bahwa dalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika itu baik maka baiklah seluruh anggota dan jika maka rusaklah seluruh anggota, ketahuilah itulah hati. Sebuah hati yang mana jika hatinya baik maka baik seluruh jasadnya.

Pos

Pertemuan Sufi I di Mesir: Kupas Tuntas Tawasul dan Wasilah

Sebagaimana diberitakan dalam majalah at-Tashawwuf al-Islami terbitan Majelis Sufi Tertinggi Republik Arab Mesir edisi September 2005, Pertemuan Sufi I (al-Multaqa ash-Shufi al-Awwal) telah berlangsung sukses di Mazra’ah al-Kiram Markaz Badr Provinsi Buhairah (Markas Pusat Thariqah Dusuqiyah Muhammadiah di bawah asuhan Maulana Syekh Mukhtar Ali Muhammad ad-Dusuqi) dengan membahas berbagai persoalan akidah umat Islam, terutama masalah tawassul dan wasilah.

Pos

Thariqah Dusuqiyah Muhammadiah di Mata Para Petinggi al-Azhar

Setiap thariqah mu’tabarah yang menjalankan dan mempertahankan ajaran leluhurnya dengan baik dan benar serta sesuai dengan tuntunan syariat Islam yang rahmatan lil ‘alamin sudah tentu layak didukung, dilindungi serta dirawat dan dikembangkan. Salah satunya adalah Thariqah Dusuqiyah Muhammadiah yang berpusat di negeri Mesir dan berkembang pesat hampir ke seluruh dunia.

Pos

Pesan Hijrah Nabi: Bangkitkan Thariqah!

Sebagaimana diketahui, perayaan tahun baru hijriyah sebetulnya merupakan momen memperingati sebuah peristiwa penting dalam sejarah peradaban Islam. Itulah peristiwa hijrah Rasulullah Saw. dari Makkah menuju Madinah, yang kemudian seusainya mulailah kalender Islam itu ditetapkan. Peristiwa bersejarah tersebut sungguh meninggalkan pesan-pesan berharga, baik intelektual, moral maupun spiritual.

Pos

Tasawuf: Solusi Terhadap Problematika Masyarakat Modern

Dewasa ini, kita hidup pada zaman modern atau era digital yang ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mendapatkan berbagai kemudahan dan kesenangan hidup, karena hampir semua kebutuhan hidup manusia terutama yang bersifat lahiriyah dapat dipenuhi dengan bantuan mesin dan robot yang dihasilkan oleh industri maju.

Pos

Tasawuf: Solusi Terhadap Problematika Masyarakat Modern (2-Habis)

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui, bahwa faktor utama yang menjadi penyebab timbulnya berbagai macam problematika masyarakat modern adalah berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang terlepas dari nilai-nilai agama dan spiritual. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan oleh agama Islam dalam menyelesaikan berbagai problematika yang dihadapi manusia di zaman modern adalah mendasari ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan melalui metode ilmiah rasionalisme dan empirisme dengan nilai-nilai agama dan spiritual, bukan dengan menghalang-halangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat dibutuhkan oleh umat manusia dan sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka.

Pos

Akhlak Santri, Kyai dan Wali Santri; Membangun Ekosistem Pendidikan Islami

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menganugerahkan berbagai keunggulan kepada manusia atas makhluk lainnya dengan ilmu dan amal. Semoga shalawat dan salam semoga tersanjung kepada Rasulullah Muhammad SAW, Nabi terakhir yang telah membebaskan umat manusia dari kegelapan kufur menuju cahaya iman. Juga kepada para keluarga dan sahabat yang menjadi sumber ilmu dan hikmah (kebijakan/wisdom).

Pos

Urgensi Akhlak dalam Islam

Ditinjau dari segi bahasa, kata akhlaq berasal dari bahasa Arab yang merupakan bentuk jamak (plural) dari kata khilqun atau khuluqun, yang berarti perangai, tabiat, watak dasar, budi pekerti, kebiasaan, tingkah laku,  atau sopan santun.[1] Secara linguistik (kebahasaan), kata akhlaq merupakan isim jamid atau ghairu musytaq, yakni kata benda yang tidak mempunyai akar kata, melainkan muncul begitu saja sehingga tidak bisa ditashrif (non derivatif). Kata akhlak dapat dijumpai dalam al-Hadits, tetapi tidak disebutkan dalam al-Qur’an. Sebaliknya bentuk tunggalnya (khuluq), dapat dijumpai di dalam al-Qur’an dan al-Hadits.