Tak seperti biasa hujan
Sore bulan Desember
mempertemukan wajah langit
menempel di senja yang syahdu
Sebaris kenangan berenang
Hanyut dalam deras sore yang kaku
Mereka berlari menyusuri lorong senja
Sedari dulu dahaga dan merindu
Bersama petir ia melukai
Gendang telinga yang pilu
Mendengar kabar kau berlalu
Meninggalkan jejak pada rintik waktu
Sore itu selepas hujan
reda tawa renyah sepasang kekasih
berbagi kisah di persinggahan ruang
bulan dan matahari bersekongkol
Siang dan malam bersembunyi
dalam gelap dan terang mengelabui
Pelangi yang selalu bingung
Melepas selendangnya yang ranum
Lengkung pelangi menepi
di sudut langit yang sepi
Ia buka selendang nya luka
tertusuk dendam waktu
Pada siang dan malam angin
berbisik memberi warta melapis
hati dengan asa sebab lusa
akan terperangkap malam
Ambilkan suluh dari basah
biarkan kering dan terbakar
Ia menuntunmu dalam terang
Agar gelap tunduk pada jejak
Cahaya itu takkan redup
Dalam sebut lidah katup
Denyut nya terus berucap nama
yang mustahil lenyap
[]
Leave a Reply