Home Berita Munas JATMAN, Kiai Mashudi: Ziarah Dapat Menghubungkan yang Hidup dan Mati

Munas JATMAN, Kiai Mashudi: Ziarah Dapat Menghubungkan yang Hidup dan Mati

Bengkulu, JATMAN Online  Kegiatan Munas JATMAN Bengkulu pagi ini (12/02) diawali dengan melakukan ziarah massal ke Makam Sentot Ali Basyah sebagaimana yang sudah diagendakan di dalam rundown acara dengan tidak dilakukan serentak, melainkan secara bergantian untuk menghindari kerumunan.

Sentot Ali Basyah merupakan pahlawan nasional yang diasingkan ke Bengkulu oleh tentara Belanda. Ia adalah salah satu murid kesayangan Pangeran Diponegoro yang ikut serta dalam Perang Diponegoro melawan penjajah. Hal itu pula yang ditegaskan oleh Sekjend Idaroh Aliyyah JATMAN, Dr. KH. Mashudi, M.Ag, kepada tim JATMAN Online.

“Kita tahu bahwasanya Mbah Sentot Ali Basyah adalah pejuang, pahlawan sekaligus minas saadah, min jumlatil habaib. Jadi, kita bersama-sama mendapatkan kelancaran dan didoakan oleh beliau yang sudah di alam barzakh agar Munas ini Munas yang sukses tanpa ekses.” Ungkapnya.   

Sentot Ali Basyah merupakan keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono I dari ibunya yang menjadi selir Raden Ronggo Prawirodirdjo, Bupati Montjonegoro Timur. Untuk pertama kalinya ia bergabung dengan pasukan Diponegoro di Gua Selarong pada Bulan Agustus 1825, di usianya yang ke-17 tahun.

Selama menjadi pasukan Diponegoro, Sentot Ali Basyah sempat ditangkap dan diadili kemudian dikirim ke Sumatera untuk melawan pasukan Paderi di Sumatera Barat. Diam-diam rupanya Sentot Ali Basyah bekerjasma dengan Imam Bonjol untuk menumpas Belanda.

Hal itulah yang membuatnya diasingkan di Bengkulu dan wafat di sana pada 17 April 1955. Ia kemudian dimakamkan di Kelurahan Bajak, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.

Tujuan dari ziarah ini juga berkaitan dengan tema Munas JATMAN, “Membumikan Nilai-nilai Luhur Thoriqoh untuk Memperkokoh NKRI” yaitu agar terjalin hubungan yang baik antara yang masih hidup dan yang sudah wafat. Karena perjuangan mereka lah yang mengantarkan Indonesia pada kemerdekaan.

“Berziarah massal ke Makam Mbah Sentot dan beberapa tokoh di Bengkulu utamanya agar halaqah kita antara yang hidup dan yang mati masih ada hubungan. Kemudian adapula kirab dan ziarah massal para pahlawan. Ini artinya bahwa mereka adalah orang yang telah memperjuangkan, bagaimana mengantarkan Indonesia merdeka.” Kata Kiai Mashudi.

Pewarta: Khoirum Millatin

Leave a Reply

Your email address will not be published.